Daerah ›› Dinsosnakertrans Bursel Mediasi dengan PT Wana Potensi Nusa Abaikan Hak Puluhan Karyawan

Dinsosnakertrans Bursel Mediasi dengan PT Wana Potensi Nusa


Namrole - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bursel telah melakukan mediasi dengan PT Wana Potensi Nusa, dengan mempertanyakan hak-hak puluhan karyawan yang sampai saat ini diabaikan oleh perusahaan milik Fery Tanaya itu.

“Sebenarnya masalah itu sudah kami mediasi secara kekeluargaan antara pihak karyawan dan pihak perusahaan dan pihak Dinsosna­kertrans. Lalu, yang ada tunggu perusahaan datang dari Ambon turun kecam Wana Potensi untuk membayar gaji mereka,” jelas  Kepala Bidang Pengawasan Dinsosnakertrans Bursel, Abubakar Loilatu kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (22/10).

Kendati baru melakukan mediasi, Loilatu mengaku, tidak ada masalah lagi karena hak-hak puluhan karyawan itu tinggal dibayarkan saja.

“Jadi, hanya tunggu saja sekarang. Memang tidak ada masalah lagi,” tandasnya.

Walau begitu, Loilatu mengaku, tidak mengetahui secara pasti berapa banyak karyawan yang hak-haknya diabaikan oleh perusahaan, begitu pun dengan nilai yang harus dibayar­kan ia pun tidak mengetahui.

“Maaf kalau soal gaji karyawan itu hanya pihak pekerja dan pihak perusahaan yang tahu. Kalau dari Dinsosnakertrans hanya tahu sebatas berapa bulan yang belum dibayarkan. Jadi, ada tiga bulan, yaitu dari Januari-Maret 2015. Sedangkan, data jumlah karyawan, pihak perusahaan belum sempat menyerahkan kepada kami. Itu saja yang kami tahu. Begitu besarnya upah atau gaji juga karyawan maupun perusahaan tidak menyebutkan ke kami,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur PT. Wana Potensi Nusa, Fery Tanaya bertindak arogan. Main pecat kar­yawan, namun mengabaikan  hak-hak mereka.

Para karyawan yang  dipecat pengusaha kayu ini umumnya adalah anak daerah Kabupaten Bursel.

Namun mereka yang didepak tak bisa berbuat apa-apa untuk menuntut hak mereka. Anehnya, Dinas Kete­nagakerjaan setempat hanya berdiam diri.

“Ini merupakan dinamika yang akhir-akhir ini terjadi di PT. Wana

Potensi Nusa, camp Desa Waemala, Kecamatan Fena Fafan, Kabupaten Bursel. Permasalahan ini menjadi keluhan para karyawannya, yang notabenenya anak daerah setempat,” tandas Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Bursel, Sami Latbual, kepada wartawan di Kantor Bupati Bursel, Rabu (21/10).

Menurut Latbual, Fery Tanaya tak bisa seenaknya memecat karyawan tanpa membayar hak-hak mereka seperti pesangon.

“Disnakertrans juga harus dapat memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan para karyawan ini,” tandas Latbual.

Jika tak ditindaklanjuti, Fraksi PDIP akan meminta DPRD untuk memanggil Fery Tanaya. “Pihak perusahaan harus bertanggung jawab. Apalagi tenaga mereka telah dipakai dan mereka bekerja. Kalau memang ada keten­tuan-ketentuan, semestinya pihak perusa­haan harus menjelaskan kepada para tenaga kerja dan bukan mengabaikan mereka begitu saja,” katanya. (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon