Hukum ›› Diklaim tak Fiktif, Pasar Air Kuning Tetap Diusut

Diklaim tak Fiktif, Pasar Air Kuning Tetap Diusut


Ambon - Kendati Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Ambon, Carolina Silooy mengklaim  proyek pasar air kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau tidak fiktif, namun Ditreskrimsus Polda Maluku tak terpengaruh. Peng­usutan tetap berjalan.

Penyidik Tipikor Ditreskrimsus sudah menggagendakan pemanggilan sejum­lah pihak untuk diperiksa, dan akan dibuktikan kalau proyek itu tidak beres.

“Silakan saja itu pendapat mereka. Penyidik kan masih usut dan masih jalan. Kita akan buktikan nanti. Masa kontrak kan harus selesai De­sember 2017 tetapi kenyataan masih dikerjakan sampai Mei 2018. Se­mentara tidak ada addendum waktu kerja,” kata sumber di Polda Maluku, Rabu (30/5).

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Maluku, AKBP Harold Wilson Hu­wae yang dikonfirmasi mengatakan, proyek pasar Air Kuning masih dalam penyelidikan, dan penyidik akan menjadwalkan pihak-pihak terkait yang akan diperiksa.

“Ini masih lidik. Nanti akan dipanggil pihak-pihak terkait lagi oleh penyidik,” kata Huwae, kepada Siwalima, melalui telepon selu­lernya.

Mantan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, ini tak mau berkomentar banyak, dengan alasan tim penyidik masih bekerja.

Klaim tak Fiktif

Seperti diberitakan, Kepala Bi­dang Perdagangan Disperindag Kota Ambon, Carolina Silooy meng­klaim  proyek pasar air kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau tidak fiktif.

Silooy yang dikonfirmasi Siwa­lima, Senin (28/5) di Balai Kota Ambon, dengan emosi menegaskan, ka­lau pekerjaan pembangunan pasar itu, sementara berlangsung. “Siapa bilang pasar itu fiktif, ge­dungnya sudah berdiri di Wara­sia ka­wasan STAIN, pekerjaannya sudah ram­pung 90 persen. Memang saat ini se­mentara kerja tangga naik dan talud,” tandas Silooy dengan nada tinggi.

Silooy mengatakan,  pasar air kuning dibiayai oleh dana APBN, se­hingga tidak mungkin tidak diba­ngun.

Ia mengakui, masa kontrak PT Tiga Bintang Cemerlang telah selesai,  dan mereka sudah membayar denda.

“Memang berdasarkan kontrak pembangunan pasar itu harus sele­sai Desember 2017, tapi karena dari kontraktor belum selesai kerja maka mereka sudah membayar dendanya dan ini sudah dilaporkan ke kemen­terian, jadi jangan bilang kalau bangunan pasar air kuning fiktif itu salah,” tandas Silooy.

Ditanya nama kontraktor yang membayar denda, Silooy enggan berkomentar, dengan asalan proyek dengan konsultan pengawas CV. Glen Prima Anugerah Ambon itu, sementara diusut oleh polisi.

Diusut

Proyek pembangunan pasar  rak­yat proto type C milik Dinas Perin­dag Kota Ambon di kawasan Air Kuning, Desa Batu Merah, Keca­matan Sirimau sementara diusut Ditreskrimsus Polda Maluku.

Proyek itu, dibiaya oleh program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri  melalui APBN Peru­bahan Tahun anggaran 2017 Dipa TP (tugas perbantuan) Kemendag KL senilai Rp 5 milyar.

Informasi yang diperoleh, sesuai kontrak, waktu pelaksanaan proyek itu bulan September 2017 hingga 27 De­sember 2017, namun hingga Mei 2018, pembangunan tidak pasar itu tak kunjung direalisasi oleh PT Tiga Bintang Cemerlang. “Tidak tidak ada addendum waktu pekerjaan,” kata sumber di Ditreskrimsus Polda Ma­luku, kepada Siwalima, Sabtu (26/5).

Informasi lain yang diperoleh, lahan untuk pekerjaan pasar itu, juga sementara bermasalah.

Periksa

Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku sudah memeriksa Plt Kadis Perinda Kota Ambon, Pieter J. Leuwol se­bagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat ko­mitmen (PPK) Carolina FP Silooy, Jumat (25/5). Keduanya diperiksa oleh penyidik Kompol G Wattimena. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon