Daerah ›› Diduga, Ada Konspirasi di Proyek Seragam Poltekes

Diduga, Ada Konspirasi di Proyek Seragam Poltekes


Ambon - Lelang pengadaan pa­kaian seragam di Politek­nik Kesehatan (Poltekes) Maluku tahun 2018 melalui LPSE Kementerian Kese­hatan sudah selesai sejak 31 Mei lalu. CV Herdino ditetapkan sebagai peme­nang. Tetapi hingga saat ini belum juga dilakukan penandatangan kontrak.

Diduga, ada konspirasi yang dilakukan oleh peja­bat pembuat komitmen (PPK), Rahwan Achmad untuk mengamankan pihak tertentu dalam proyek senilai Rp 965 juta itu.

Sumber Siwalima, di Polte­kes Maluku Kamis (9/8) men­jelaskan, untuk proyek peng­adaan pakaian seragam, per­lengkapan dan atribut maha­siswa Poltekes Maluku tahun 2018 Direktur Poltekes meng­angkat Pokja ULP untuk me­lakukan lelang melalui LPSE Kemenkes.

Ada 39 perusahaan yang mendaftar untuk ikut lelang. Setelah verifikasi, dilanjut­kan dengan tahapan teknis hi­ngga tahapan evaluasi. CV Her­dino kemudian ditetapkan seba­gai pemenang dengan harga pe­nawaran sebesar Rp 890.575. 000 dari pagu sebesar Rp 965 juta.

“Setelah dilakukan proses lelang, ULP melakukan veri­fikasi administrasi dan teknis, ternyata satu-satunya peru­sa­haan yang memenuhi sya­rat adalah CV Herdino sehi­ngga ditetapkannya sebagai pemenang pada 31 Mei lalu,” ujar sumber itu.

Setelah pemenang diumum­kan melalui LPSE Kemenkes, tidak ada yang mengajukan sanggahan. Namun anehnya, PPK belum juga membuat kontrak dengan CV Herdino.

“Kan aneh, tidak ada sang­gahan dan telah ditetapkan pemenangnya, namun sampai sekarang PPK enggan mem­buat kontrak untuk ditanda­tangani oleh CV Herdino. Kan, tugas kita selaku LPSE su­dah selesai hingga pene­tapan peme­nang dan hasilnya telah dise­rahkan ke PPK un­tuk selanjut­nya dilakukan pe­nandatangan kontrak tetapi sudah hampir tiga bulan kontrak tersebut belum juga ditandatangani,” tandas sum­ber itu.

Sumber itu mengatakan, PPK tidak setuju CV Herdino memenangkan lelang tersebut karena PPK sudah mengan­tongi calon pemenang yakni CV Mawaddah, yang meru­pakan kerabat dekat PPK.

“Yang kita dengar, PPK ingin membatalkan proses lelang yang sudah dilakukan oleh ULP dan akan menyurati Kemenkes untuk dilakukan proses lelang ulang, karena PPK menghen­daki CV Mawa­ddah yang meru­pakan kera­bat dekat PPK itu meme­nangkan lelang terse­but,” bebernya.

Kata dia, hal ini sudah di­ketahui oleh Direktur Poltek­ses Maluku, Hairudin Rasa­ko, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), namun Ra­sako tidak bisa berbuat apa-apa, karena proyek ini diken­dalikan oleh PPK.

“Dari awal sudah tercium adanya kolusi dalam proyek ini, namun ULP tetap tegas untuk bekerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku karena saat dilakukan verifikasi dan sampai pada hasil evaluasi ternyata CV Mawaddah ini tidak meme­nuhi syarat karena dari hasil uji lab, kualitas jenis dan merek kain yang ditawarkan dibawah standar dan tidak juga dilampirkan dokumen hasil lab terhadap pengujian tahan luntur warna dan pe­nodaan warna sehingga CV Mawaddah ini dinyatakan tidak lolos,” ujarnya.

Direktur CV Herdino, Hasan Marasabessy, yang dikonfir­masi, membenarkan jika CV Herdino telah ditetapkan se­bagai pemenang proyek pe­ng­adaan pakaian seragam, perlengkapan dan atribut mahasiswa Poltekes Maluku tahun 2018 sejak tanggal 31 Mei lalu, namun sampai saat ini belum dilakukan penanda­tangan kontrak.

“Benar, saya yang menang­kan kontrak tetapi belum di­panggil untuk menandata­ngani kontrak oleh PPK,” tandas Marasabessy, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Kamis (9/8).

Ia mengaku sudah meng­konfirmasinya kepada pihak Poltekes Maluku namun hi­ngga kini belum ada kepastian kapan dilakukan penandata­nga­nan kontrak. Sementara pekerjaan sudah harus ber­jalan, karena tahun ajaran baru sudah berlangsung. “Ini kan sudah tahun ajaran baru, kasi­han mahasiswa baru belum juga mengenakan pakai­an sera­gam padahal kita sudah dite­tap­kan untuk me­me­nang­kan proyek terse­but,” tegasnya.

Sementara PPK Rahwan Achmad, yang dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon selulernya, Kamis (9/8), tidak diangkat. Sms yang dikirim­pun juga tak direspons. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon