Visi ›› Cuaca Buruk & Peran Pemda

Cuaca Buruk & Peran Pemda


Masyarakat diingkatkan untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang masih menjadi ancaman. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi curah hujan tinggi disertai angin kencang akan  terjadi di Maluku di bulan Juni hingga Agustus.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang, serta potensi gangguan transportasi laut, darat, udara akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

Di bulan ini, Maluku mendapat banyak hujan. Berdasarkan data klimatologis musim hujan akan berkurang pada awal September, namun tergantung respon atsmosfer.

Kondisi atmosfer wilayah Maluku cukup dinamis. Bisa saja musim hujan bertambah panjang ataupun berkurang. Pasalnya, kelembaban udara lapisan bawah hingga atas mengindikasikan keadaan yang cukup basah, kecuali  wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya akibat dari instrusi dorongan udara kering dari belahan bumi selatan.

Akibat kondisi cuaca buruk, bencana alam melanda sejumlah wilayah di Maluku. Di Kota Ambon misalnya, hujan deras yang melanda Kota Ambon, sejak 1-8 Juni mengakibatkan longsor terjadi di 31 titik.

Di Kabupaten Seram Barat Barat, tiga jembatan ambruk, akibat luapan air sungai. Tiga jembatan tersebut yaitu, Jembatan Wai Kaka Desa Tala Kecamatan Amalatu, Jembatan Wai Narri Desa Wasia Kecamatan Elpaputih dan Jembatan Wai Kaputi yang menghubungkan Kecamatan Taniwel  dan Taniwel Timur .

Sedangkan di Malteng sebanyak 180 unit rumah warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa di tiga RT Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai dan satu dusun di Kilometer 12, Kecamatan Amahai.

Sementara itu, intensitas hujan yang tinggi hingga Minggu (9/6), mengakibatkan Jembatan Waimau di poros jalan propinsi pada Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru yang merupakan penghubung antara Kecamatan Batabual-Namlea jebol.

Jebolnya jembatan tersebut akibat meluapnya kali Waimau, sehingga aktivitas  masyarakat lumpuh total. Kini wilayah Kecamatan Batabual terisolasi dikarenakan jalur laut juga saat ini mengalami gelombang tinggi.

BMKG dan kepala-kepala daerah menghimbau masyarakat memaspadai cuaca buruk di sejumlah wilayah.

Cuaca buruk dan ekstrim memang masih terus terjadi, karena itu, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota memiliki peranan penting untuk terus melakukan sosialisasi dalam rangka membangun kesadaran masyarakat, sekaligus meminimalisir terjadinya korban jiwa ditengah kondisi cuaca yang masih ektrim ini.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi rakyatnya, termasuk memberikan perhatian serius terhadap sejumlah infrastruktur sarana dan prasarana jalan dan jembatan yang ambruk akibat diterjang bencana serta lainnya,  Sehingga akses transportasi darat bisa lancar, tidak lumpuh dan aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan  baik.

Pemerintah daerah juga diharapkan, bisa tanggap dan peka terhadap masalah-masalah bencana yang terjadi di masyarakat, serta membangun koordinasi dengan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait terumata BMKG, sehingga informasi soal perkiraan cuaca bisa secepatnya disampaikan ke masyarakat.

Kita tentu berharap, masalah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah bisa teratasi secepatnya, dan masyarakat benar-benar mendapatkan perlindungan dari masyarakat. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon