Visi ›› Ciptakan Persaingan Sehat

Ciptakan Persaingan Sehat


Suhu politik Pilkada Pemilihan Kepala Daerah yang berlangsung secara serempak pada 171 daerah, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten di Indonesia termasuk di Maluku semakin tinggi.

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia menetapkan, Pilkada serempak akan berlangsung pada 27 Juni 2018 mendatang, dimana proses pentahapan sudah dimulai dari bulan Oktober 2017.

Tentunya tensi persaingan antara pendukung calon kepala daerah akan terasa dalam tahun ini, namun diharapkan seluruh pendukung pasangan bakal calon maupun partai politik, bisa memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat melalui persaingan yang sehat, dan bukan sebaliknya saling menjatuhkan dengan menyebarkan berita bohong atau hoax, yang pada akhirnya bisa memecahkan persatuan dan kesatuan yang terjalin dengan akrab dan harmonis di negeri ini.

Menciptakan persaingan yang sehat bukan dimulai saat KPU telah menetapkan pasangan calon untuk berproses dalam pesta demokrasi tersebut, tetapi menciptakan persaingan yang sehat sudah harus dimulai saat proses pemberian rekomendasi yang saat ini sedang berlangsung pada sejumlah partai di Maluku.

Banyak kalangan berprediksi, Pilkada 2018 Provinsi Maluku akan sangat menarik dan penuh dengan persaingan yang ketat, karena kemungkinan besar hanya bertarung dua atau tiga kandidat saja. siapakah yang akan maju lolos dalam penetapan KPU nanti, proses itu masih berlangsung, tetapi yang pasti untuk balon Gubernur Maluku, Muradi Ismail telah lolos mendapatkan kursi 15 persen melalui dukungan pertai politik.

Komandan Korps Brimob ini justru sudah mengantongi rekomendasi dari tiga partai politik dan memiliki 9 kursi di DPRD Maluku yakni, Partai Amanat Nasional (1) kursi, NasDem (4) kursi dan Hanura (4) kursi.

Langkah Murad secara politik sudah berada dalam posisi aman, untuk melanggeng mulus bertarung dalam Pilkada Maluku, tetapi untuk sang Petahana, Said Assagaff Apakah mungkinkah juga akan melanggeng mulus dalam pilkada 2018 nanti ?.

Assagaff sampai saat ini baru mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar yang memiliki 6 kursi di DPRD Maluku. Gubernur Maluku ini masih harus lagi berupaya keras melakukan lobi-lobi politik yang strategis untuk memperoleh 3 kursi agar bisa melangkah dalam Pilkada 27 Juni mendatang.

Walau begitu, Ketua DPD Partai Golkar Maluku ini sangat optimis ia akan memperoleh rekomendasi dari beberapa parpol lainnya.

Kita tentu berharap, siapapun pasangan calon yang akan lolos dalam penetapan KPU Maluku dan berproses dalam Pilkada 2018 mendatang, bisa memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, persiangan boleh saja ada, tetapi persaingan yang sehat, persaingan yang tidak boleh mengesampingkan nilai edukasi, sehingga pesta demokrasi 2018 mendatang semakin berkualitas, dan melahirkan kepala daerah yang berkualitas juga.  (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon