Daerah ›› Cemarkan Nama Baik Wawali, Sahureka Segera Dipanggil Polisi

Cemarkan Nama Baik Wawali, Sahureka Segera Dipanggil Polisi


Ambon - Anggota Fraksi PDIP DPRD Maluku Thobyhend Sahureka yang juga Sekretaris Tim Pemenangan pasangan  Herman Koedoboen - Daud Latuconsina (MANDAT)  segera dipanggil pihak kepolisian.

Pemanggilan tersebut terkait pelaporan yang dilakukan Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Sam Latuconsina atas dugaan pence­maran nama baik.

Pelaporan ke pihak Kepolisian dilakukan Wawali yang tercatat dengan nomor  polisi TBL/39/VI/2013/SPKT karena Sahureka diang­gap telah melakukan penyebaran pencemaran nama baik dirinya, pasca beredarnya selebaran ber­nada provokatif.

Kejadian ini bermula saat Sahu­reka memfoto, mengirimkan dan  mengomentari selebaran gelap via BBM kepada Daim Baco Rahawarin salah satu fungsionaris DPD KNPI Maluku, kemudian menambahkan kalimat mengajak mencoblos nomor pasangan urut empat. Dan menga­takan selebaran tersebut telah men­diskriditkan orang Tenggara Raya.

“Itu selebaran gelap, dan bukan pernyataan saya. Tapi Sahureka mengomentarinya seakan-akan itu benar pernyataan saya. Apalagi yang bersangkutan memfoto sele­baran itu kemudian menyebarkan, dan menambah kalimat-kalimat bernada provokatif dibawahnya,”  jelas Wawali kepada wartawan, kemarin.

Sebagaimana diketahui, selebaran gelap yang beredar terdapat foto Karel A Ralahalu, Richard Louhe­napessy dan Sam Latuconsina. Isi selebaran dengan judul Mari Cerdas Memilih Pemimpin, salah satu  isinya menyebutkan saat ini belum saatnya putra tenggara memimpin di Maluku, untuk jadi bupati mungkin, tetapi menjadi gubernur tidak mudah. Selebaran ini kemudian di foto oleh Sahureka dan dikirimkan kepada Daim Baco Rahawarin.

“Saya melaporkan supaya jadi pelajaran, jangan menyebarkan hal-hal yang tidak benar,” tandas Latuconsina.

Pelaporan yang dilayangkan Latuconsina sejak pekan kemarin itu, saat ini sudah memasuki tahap penyidikan. Dan dalam waktu dekat Sahureka segera dipanggil pihak kepolisian.

Sementara Daim Baco Rahawarin yang dikonfirmasi perihal ini, mengatakan, dirinya tidak menge­tahui maksud apa, foto selebaran itu dikirimkan Sahureka kepada dirinya via BBM. Tapi dia menduga itu mungkin karena dirinya yang berasal dari Maluku Tenggara jadi sengaja dikirimkan, untuk mencari simpatik.

“Saya saat menerima BBM itu juga tidak menanggapi, kendati memang isinya berupa ajakan,” tandas Daim.

Daim juga menyayangkan ba­nyak­nya selebaran termasuk via SMS yang belakangan ini beredar terutama menjelang Pilkada Maluku dan ada yang menggiring ke SARA. “Harus ada tindakan tegas dari Bawaslu mengenai hal ini. Jangan membawa-bawa SARA. Dan saya menghimbau kepada masyarakat Maluku untuk juga mewaspadai segala bentuk provo­kasi,” tandas Daim.

Thobyhand Sahureka sendiri yang dikonfirmasi perihal pemang­gilannya oleh pihak kepolisian, ter­kait pelaporan Sam Latuconsina ini mengaku belum mendapat pang­gilan.

“Saya belum mendapat panggilan. Panggilannya dalam rangka apa. Kalaupun dipanggil maka harus seizin Mendagri,” ujar Sahureka kepada Siwalima melalui telepon selulernya, tadi malam.

Akan Tindaklanjuti

Sementara itu, Polda Maluku saat ini menerima sejumlah laporan masyarakat terkait dengan isu provokatif yang disebarkan orang-orang tidak bertanggungjawab melalui selebaran dan pesan pendek melalui telepon seluler.

Laporan-laporan masyarakat tersebut tidak serta merta ditangani langsung oleh kepolisian, namun ada juga sebagian yang menjadi tanggung jawab Bawaslu.

Kabid Humas Polda Maluku AKBP Hasan Mukadar kepada Siwalima Sabtu (8/6), menjelaskan, saat ini ada beberapa kasus yang ditangani langsung oleh polisi dan ada juga yang polisi kembalikan kepada pelapor untuk ditindak­lanjuti ke Bawaslu.

“Dari laporan-laporan masyarakat itu, kami dari Sentra Pelayanan Ke­polisian Terpadu (SPKT) menerima, jika kemudian laporan itu murni pidana umum, akan ditangani polisi. Tapi jika laporan itu seperti sele­baran dan masih harus dibedah lagi di Penegakan Hukum Terpadu (Ga­kumdu), maka ranahnya ke Bawaslu dulu. Nnanti dari sana barulah pihak Bawaslu merekomendasikan ke Gakumdu dan ditindaklanjuti secara bersama-sama,” jelas Mukadar.

Mukadar menyebutkan, soal lapo­ran SMS bernuansa provokatif misal­nya, saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Begitu pun dengan lapo­ran terbaru yang dilayangkan Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina.

“Soal laporan oleh pak Sam Latuconsina itu memang masih di SPKT. Nantinya laporan itu akan ditindaklanjuti. Jika murni pidana umum maka polisi langsung lakukan penyelidikan. Kita tunggu saja proses lanjutannya. Soal isu provokatif me­lalui SMS dan selebaran, polisi tidak terima laporan begitu saja. Jika laporan itu murni pidana, maka ditangani langsung tetapi jika laporan itu maish menyangkut pelanggaran Pemilu, ya kita kembalikan ke Bawaslu karena  ada Gakumdu,” jelasnya. (S-27/S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon