Kesra ›› Buruh Sampah Bakal Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Kesehatan

Buruh Sampah Bakal Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Kesehatan


Ambon - Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon memastikan akan segera urus 600 lebih buruh sampah untuk didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Kadis LHP Kota Ambon Lusia Izaak mengaku, selama ini memang ratusan buruh sampah belum memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Padahal dengan jasa mereka membuat Kota Ambon mendapat banyak sekali penghargaan di bidang kepersihan dengan meraih 5 trophi Adipura.

“Memang mereka (buruh sampah-red) belum ada BPJS Kesehatan namun akan diusahakan bisa didaftarkan di tahun 2017,” janji Izaak di Balai Kota Ambon, Rabu (5/7).

Ia mengaku, sejak peralihan para buruh sampah ini dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke Dinas LHP mereka ini belum terdaftar di BPJS Kesehatan, namun sejak ditangani oleh Dinas LHP maka, jaminan kesehatan mereka akan diurus.

“Selama ini untuk membiayai kesehatan bagi para buruh sampah ditangani langsung oleh pemkot dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan Kota Ambon,” jelasnya.

Ia berharap, kedepan pembiayaan itu akan dialihkan ke dinas agar ketika pembayaran upah mereka dapat langsung diambil di dinas. Biaya BPJS Kesehatan untuk masing-masing pekerja sampah itu hanya sebesar Rp 8 ribu/bulan dan sisanya itu akan ditanggung oleh pemerintah.

Untuk itu jika sudah ada peralihan, maka dinas bisa langsung mengurusnya agar tidak menunggu dari keuangan pemerintah lagi.

Ditempat terpisah anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Riduan Hasan minta pemkot untuk serius memperhatikan para petugas kebersihan terutama jaminan kesehatan mereka.

“Informasi yang kami peroleh sampai saat ini buruh smapah belum masuk BPJS Kesehatan, saya rasa prihatin, sehingga kami minta perhatian dari walikota untuk serius melihat hal ini, karena yang kita tahu di kabupaten/kota lain buruh smapah mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan,” pinta Hasan kepada Siwalima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (5/7).

Jika informasi ini benar adanya, kata Hasan, maka patut dipertanyakan keseriusan pemkot dalam melihat para buruh sampah ini, padahal mereka ini merupakan ujung tombak kebersihan dan keindahan di kota ini.

Ia berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut dengan membicarakannya dengan rekan-rekan di komisi untuk dapat mengagendakan rapat dengan dinas terkiat unuk membicarakan hal ini. (S-39/S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon