Daerah ›› Bupati SBB: Kasus Pembelian Lahan Jadi Pelajaran

Bupati SBB: Kasus Pembelian Lahan Jadi Pelajaran


Ambon - Tidak hanya Bupati MT­B, Bitzael S Temmar saja, namun Bupati SBB, Jacobus F Puttileihalat juga tak  meng­hadiri Rapat Umum Peme­gang Saham Luar Bia­sa (RUPSLB) Bank Maluku Malut, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (17/6) lalu. Selaku pemegang saham, ia mengingatkan kasus pem­be­lian lahan dan gedung di Su­rabaya dijadikan pela­jaran bagi semua pihak.

Kedepan kata Puttileihalat rencana pengembangan Bank Maluku Malut harus lebih transparan, sehingga diketa­hui oleh semua bupati dan wa­li­kota selaku pemegang saham.

“Selaku pemegang saham kita tak pernah tahu rencana pembelian lahan dan gedung di Surabaya untuk pembu­kaan kantor cabang, tiba-tiba ada persoalan yang muncul ke publik baru kita ketahui bahwa ada rencana untuk pembukaan kantor cabang di Surabaya, ini jadi pelajaran untuk kedepan lebih transpa­ran,” kata Puttileihalat, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Minggu (19/6).

Puttileihalat mengaku tak menghadiri RUPSLB karena ada agenda lain yang tak bisa ditinggalkan.

“Saya tak hadir dalam RUP­SLB itu karena ada agenda lain yang harus saya selesai­kan, sehingga saya tidak bisa berkomentar lebih banyak, namun diharapkan kedepan ada transparansi dan keter­bu­kaan dari semua pihak,” ujarnya.

Bahas Terbuka

Walikota Tual Adam Raha­yaan yang hadir dalam RU­PSLB mengaku, berbagai per­masalahan yang terjadi di Bank Maluku dibahas secara terbuka.

“Saya rasa asas keterbu­kaan itu masih dimiliki oleh bank ini. Kalau tidak terbuka, tidak mungkin bank ini dika­takan sehat,” katanya.

Dikatakan, para pemegang  saham yang  hadir dalam RU­PSLB telah memahami betul apa yang terjadi saat ini di Bank Maluku, dan sudah dibicarakan.

“Sudah dibicarakan, dan sangat diharapkan agar se­mua masalah ini bisa segera selesai,” ujar Rahayaan.

Hal senada disampaikan Bu­pati Maluku Tenggara, An­derias Rentanubun. Me­nu­rutnya, masalah yang melilit Bank Maluku dan menjadi konsumsi publik selama ini telah dibicarakan dalam RUPSLB.

“Sudah dibicarakan dalam RUPSLB Jumat lalu, para pemegang transparan kok,” ujarnya singkat.

Sebelumnya Bupati MTB, Bitzael S Temmar mengkritik keras para pemegang saham, yang tidak transparan. Bitto, sapaan Temmar, enggan me­ng­hadiri RUPSLB Bank Maluku Malut. Ia menilai, forum tersebut hanya diguna­kan untuk melegalkan keingi­nan pemegang saham, tanpa memperhatikan kondisi bank sebenarnya.

Sebagai salah satu peme­gang saham, Bitto menyesal kondisi ini terus terjadi. Kare­nanya dia berharap ada keter­bukaan dari pemegang saham menyangkut situasi yang se­be­narnya terjadi di Bank Ma­luku.

“Di era tahun 1980-an Bank Maluku pernah dirundung masalah. Seharusnya sejarah kelam itu tak terulang lagi se­karang. Namun anehnya kali ini kembali terulang dan yang terlibat justru para profesional perbankan,” katanya.

Bitto lalu mencontohkan, Dirut Bank Maluku, Idris Ro­lobessy, yang dia kenal seba­gai pegawai bank profesional dan berdedikasi baik. “Sudah lama saya mengenal pak Idris. Beliau orang baik dan profe­sional di bidangnya. Saya yakin sungguh pak Idris tidak terlibat dalam kasus yang di­awali oleh RUPS siluman itu,” ujar mantan Ketua Fraksi PDIP di DPRD Maluku itu.

Dirut Dicopot

Idris Rolobessy resmi telah dicopot dari jabatannya sela­ku Dirut Bank Maluku Malut. RUPSLB yang digelar Jumat, (17/6) lalu, menunjuk Direktur Umum, Arief Burhanudin Wa­liulu menjadi Pelaksana tugas Dirut.  Idris Ro­lobessy  dan Pet­ro R Tentua, selaku Kepala Devisi Renstra dan Corsec di­tahan di Rutan Klas IIA Ambon, sejak Rabu (1/6) lalu.

Komisaris Utama Bank Ma­luku dan Maluku Utara Najib Bachmid yang dikon­firmasi Siwalima melalui te­lepon se­lulernya, menjelas­kan, dalam RUPSLB telah dipertim­bang­kan tingkatan tugas dan tang­gung jawab dari masing-ma­sing direksi. Arief Burhanudin Waliulu ditunjuk menjadi Plt  Dirut, karena tugas dan tang­gung jawabnya selaku Direk­tur Umum tidak terlalu berat.

“Kalau Direktur Pemasaran tugasnya banyak, sudah di­per­­timbangkan sehingga di­putuskan Arief Burhanudin Waliulu yang menjadi Pelak­sana Tugas Dirut,” jelasnya.

Sebagai Plt, kata Najib Wa­liulu tidak bisa mengambil kebijakan atau keputusan yang strategis. Namun ia tak men­jelaskan, apa kebijakan atau keputusan yang stra­tegis itu.

Soal pengangkatan Dirut Bank Maluku definitif, Najib belum bisa memastikan kapan dilakukan. Ada komite khusus yang akan dibentuk untuk menjaring calon. Selanjutnya dilakukan fit and proper test oleh OJK.

“Belum ada ketentuan ka­pan akan dilaksanakan peng­angkatan dirut, masih dipro­ses karena nanti ada komi­tenya yang akan koordinasi dengan dubernur sebagai pemegang saham pengendali. Kemudian akan ada fit and proper test. Itu tugas dari OJK,” jelasnya.

Selain menunjuk Waliulu sebagai Plt Dirut,  para pe­megang saham juga menyam­paikan kondisi riil yang terjadi di Bank Maluku Malut saat ini.

“Tadi juga para pemegang saham sampaikan kondisi Bank Maluku yang diperhadapkan dengan masalah hukum saat ini, tetapi syukur, bank ini masih sehat,” kata Najib.

Menurutnya, walaupun dililit masalah hukum, namun Bank Maluku Malut tetap sehat dan kinerja bank masih cukup bagus, bahkan mental bank dalam menghadapi masalah hukum dinilai sangat baik. (S-16/S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon