Daerah ›› Bulog Manfaatkan Beras dari Pulau Buru Ingin Harga Sembako Terjangkau

Bulog Manfaatkan Beras dari Pulau Buru


Ambon - Divisi Regional Perum Bulog Maluku sampai sekarang masih memanfaatkan beras hasil panen dari para petani yang berada di Pulau Buru. Bulog beralasan, dengan memanfaatkan hasil panen tersebut dapat menjaga harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran.

“Berapapun jumlahnya, Bulog Maluku tetap membeli sesuai dengan harga Bulog yang sudah ditetapkan secara nasional, karena kita melihat untuk Kota Ambon selalu membeli beras dari luar daerah. Makanya kita memanfaatkan beras lokal yang ada di sini,” kata Kepala Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Mahmud Hentihu kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (15/4).

Ia menjelaskan, saat ini masa panen di Pulau Buru dan Bulog berhasil membeli 280 ton, namun masih jauh dari target pembelian tahun ini yakni 3.500 ton. Hasil pembelian beras dari petani Buru baru mencapai 280 ton, hal itu dikarenakan para petani masih dipengaruhi dengan harga beras di pasar tradisional, baik di Namlea, ibu kota Kabupaten Buru maupun di Kota Ambon. Mereka masih mempertahankan harga jual.

“Jadi petani masih cenderung untuk menjual langsung ke pasar, sebenarnya kalau dari segi tanggung jawab Bulog bisa saja langsung membeli berapa saja yang ada di tingkat petani pada saat harga di pasaran jatuh di bawah harga,” jelasnya.

Hentihu mengaku, pembelian beras oleh Bulog tidak hanya berpatokan pada target  3.500 ton saja, tetapi makin banyak juga lebih baik. Asalkan petani mau menjual kepada Bulog dengan harga yang sudah ditentukan.

“Lebih banyak lebih baik, karena hasil pembelian beras Pulau Buru bisa mengisi permintaan pasar di Maluku. Untuk apa harus beli beras dari Sulawesi Selatan (Sulsel) kalau beras di Pulau Buru masih mencukupi,” tukas Hentihu.

Menurutnya, adanya ketentuan harga beli yang ditetapkan pemerintah sehingga Bulog tidak bisa membeli beras di atas harga yang sudah ditentukan itu. Bulog diwajibkan membeli beras dari petani dengan harga Rp7.300/kg, sedangkan yang terjadi di Pulau Buru petani hanya mau menjual dengan harga Rp8.000/kg. 

“Selama ini Bulog Maluku membeli beli beras dari Pulau Buru tidak di bawa ke Ambon lagi, sebab untuk mengisi permintaan setempat, terutama penyaluran kebutuhan dalam program beras masyarakat sejahtera,” ujar Hentihu. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon