Hukum ›› Bukti Kuat, Korupsi di KUD Abubu Naik Penyidikan

Bukti Kuat, Korupsi di KUD Abubu Naik Penyidikan


Ambon - Kasus dugaan korupsi KUD Kekerisa Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabu­paten Maluku Tengah  tahun 2010-2016 naik status ke tahap penyidikan.

Naiknya penanganan kasus ini ke penyidikan diputuskan dalam ekspos tim Pidsus Kejari Ambon, Selasa (10/10).

Ekspos tersebut digelar di ruang kerja Kepala Kejari Ambon, Robert Ilat, yang dihadiri Kasi Intel La Ode Amili, Kasi Pidsus Irwan Somba dan Kasi Datun, Irvan Bilaleya.

Dalam ekspos itu, terungkap ada ada indikasi kerugian negara sebesar Rp 200 juta.

“Kita sudah lakukan ekspos dan telah ditingkatkan ke penyidikan, karena dalam proses penyelidikan jaksa menemukan adanya indikasi penyelewengan keuangan,” kata Kepala Kejari Ambon, Robert Ilat yang dikonfirmasi Siwalima.

Ilat menambahkan, agenda pemeriksaan saksi-saksi segera disusun oleh tim penyidik.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Ambon, Irwan Somba mengaku, pihaknya telah mengantongi calon tersangka.

Dana senilai Rp 500 juta yang merupakan dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2010-2016, tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus KUD Kakerisa Desa Abubu.

Kasus ini telah diusut sejak Maret 2017 lalu dan belasan saksi telah diperiksa di tingkat penyelidikan.

“Dari keterangan pihak-pihak yang telah kita mintai keterangan sudah mengarah adanya dugaan penyelewengan anggaran karena tidak pernah dipertanggungjawabkan, sehingga calon tersangka telah kita kantongi,” kata Somba, kepada Siwalima, melalui telepon seluler­nya, Senin (7/8) yang lalu.

Belasan saksi yang telah diperiksa di tingkat penyelidikan diantaranya Pieter Peilouw selaku Ketua KUD Kekerissa, Jhon Lolopua (Sekretaris), Frans Lekahena (Bendahara), Cornelis Parihala (tukang gudang tampung/penyimpanan barang KUD), Nelson Titaley, Neles Aunalal dan Jhon Peilouw selaku Badan Pengawas, Pede Lekahena (Ketua Kelompok Nelayan),  serta Josias Huka dan Anthony Lolopua selaku anggota kelompok nelayan.

“Ada anggaran ratusan juta rupiah yang disalahgunakan sehingga mengakibatkan negara dirugikan,” tandas Irwan.   (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon