Olahraga ›› Buka Tdm, Luhut Keliling Ambon

Buka Tdm, Luhut Keliling Ambon


Ambon - Perhelatan event balap sepeda internasional per­tama di Maluku bertajuk Tour de Moluccas resmi dibuka oleh Menteri Koordi­nator Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Pembukaan TdM yang dipusatkan di pelataran kediaman Gubernur Maluku di Mangga Dua, Ambon, Minggu (17/9), ditandai dengan pemukulan tifa oleh Menko Maritim disusul pelepasan peserta Cycling for All.

Menko Maritim juga ber­kesempatan mengikuti Cycling for All bersama Gu­ber­nur Said Assagaff, Pangdam Pattimura Mayjen Doni Mo­nardo, Kapolda Maluku Irjen Deden Juhara, peserta TdM, para pimpinan SKPD pem­prov dan para pecinta olah­raga sepeda di Kota Ambon.

Rute Cycling for All berawal dari kediaman gubernur di Mangga Dunia, menuju Ja­lan Dokter Latumeten, Jalan Dokter Tamaela, Jalan Dok­ter Sitanala, Jalan Sultan Baa­­bulah, Jalan Yos Su­darso, Jalan Pala, Jalan DI Pand­jaitan, Jalan Tuluka­bessy, Jalan Rijali, Jalan Kakialy, Jalan Benteng Kapaha, Jalan Sultan Hairun dan finish di Lapangan Merdeka.

Menko Maritim saat mem­buka TdM sangat meng­ha­rapkan agar perhelatan TdM di tahun mendatang dapat diikuti lebih banyak peserta.

Tahun ini TdM diikuti 70 pem­balap dari 14 tim dalam dan luar negeri. Sembilan tim diantara­nya berasal dari luar negeri yaitu Terengganu Cycling Team (Malaysia), 7-eleven-RBP (Fili­pina), St George Continental Cycling Team (Australia), Kinan Cycling Team (Jepang), LX Cycling Team (Korea Selatan), CCN Cycling Team (Laos), Sapura Cycling Team (Malaysia), Cartucho (Kuwait) dan Tim Nasional Brunei Darussalam.

Sedangkan lima tim dari Indonesia yaitu KFC Cycling Team, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Road Cycling Team, Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC), Advan Custom Cycling Club dan United Bike Kencana (UBK). Para pembalap akan menjelajah 714 km ruas jalan di Maluku, 18-22 September.

 “Saya berharap tahun depan lebih bagus dan lebih banyak peserta dari luar yang akan ikut TdM,” kata Menko Maritim saat Grand Openning Tour de Molvccas sekaligus melepaskan pe­serta Cycling for All di Ke­diaman Gubernur Maluku Mangga Dua, Minggu (17/9).

Menko Maritim menjelas­kan, Ambon memiliki potensi untuk didorong dan dikem­bangkan menjadi daerah pariwisata.

“Program pariwisata itu men­jadi program unggulan pe­merintah di 2019 para wisata itu kita targetkan akan sampai 20 juta, tetapi kita lihat tahun depan sudah 20 juta, jadi penerimaan peme­rintah ta­hun 2017 terbesar itu dari pariwisata sekitar Rp 20 miliar lebih. Jadi bukan lagi dari mi­gas, seka­rang penda­patan dari migas sudah no­mor urut 3. Seka­rang Ambon punya, potensi luar biasa untuk itu. Oleh sebab itu pe­merintah ingin men­dorong Ambon ini menja­di lebih bagus. Saya melihat diba­wah kepemimpi­nan ba­pak gubernur, perkem­bangan su­dah pesat,” ujarnya.

Menurutnya, kunci dari sek­tor pariwisata ialah ke­ber­sihan, dimana sampah-sam­pah terutama sampah plastik tidak dibuang sem­barangan, apalagi dibuang di laut.

“Pariwisata ini ada satu kunci yang penting yaitu ten­tang kebersihan, satu yakni terkait dengan sampah plas­tik itu menjadi isu yang tidak bisa ditawar, karena kalau plas­tik ini masuk di laut cair dan di makan oleh ikan, kemu­dian ibu-ibu yang lagi hamil dan anak-anak makan ikan, akan terkonta­minasi akan bisa membuat kerusakan dalam tubuh,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh kom­ponen di daerah ini, untuk dapat menjaga kebersihan dengan mengedepankan kebersihan untuk membawa pariwisata Maluku yang jauh lebih baik.

“Saya mengajak semua­nya menjaga kebersihan. Karena itu, saya himbau pimpinan dan masyarakat untuk me­nge­depankan keber­sihan untuk menbawa parawisata Maluku yang bagus dan damai,” tandasnya.

Baginya Ambon yang da­mai perlu dipelihara, dan ti­dak perlu mendengar obro­lan politik yang tidak jelas.

“Ambon damai, itu perlu dipelihara, tidak perlu men­dengar omongan politik yang tidak jelas. Mari kita jaga kedamaian dengan menja­ga stabilitas keamanan. Yang akan berdampak pada pem­bangunan yang sudah se­makin maju dan berkembang dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya mengatakan, jalan yang akan dilalui oleh para peserta TdM sejauh 714 kilometer telah dihotmix.

“Enam bulan lalu jalannya masih dalam keadaan han­cur, namun atas perintah Menko Maritim dalam bebe­rapa kali rapat, membuat jalan tersebut kini sudah bersih tidak ada lagi kerusakan,” katanya.

Ditambahkan ada empat kabupaten/kota yang akan dilalui oleh peserta TdM, dan untuk Kota Ambon akan ditutup selama empat jam pada Jumat (22/9).

Sebagaimana diketahui, etape I TdM akan berlang­sung Piru-Masohi dengan jarak 179,7 Km pada tanggal 18 September, Etape II Wahai-Bula jarak 155,8 Km yang merupakan etape terpanjang, Etape III Pantai Gumumae Bula-Lapangan Terbang Wa­hai dengan jarak 153,8 Km, Etape IV Masohi-Waipirit jarak 141,5 Km dan Etape V Namalatu Beach-Ambon jarak 82,9 Km. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon