Hukum ›› BPKP Telaah Bukti Korupsi Proyek Tambatan Perahu Karey Audit Kerugian Negara

BPKP Telaah Bukti Korupsi Proyek Tambatan Perahu Karey


Ambon - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku sementara menelaah bukt-bukti dugaan korupsi proyek tambatan perahu di Desa Karey, Kecamatan Aru Selatan Timur, Kabupaten Kepulauan Aru.

Bukti-bukti tersebut dipasok penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku untuk audit kerugian negara.

 “Kita sudah kumpulkan data dan bukti-bukti yang telah diserahkan dari polisi dan saat ini kita sementara menelaahnya,” ungkap Kabid Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Zainuri, kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (23/2).

Dikatakan, jika sudah selesai ditelaah maka proses audit kerugian negara sudah bisa dilakukan.

“Kita butuh waktu yang cukup lama karena setelah ditelaah baru dilakukan audit karena tim yang terdiri dari tiga orang itu telah dibentuk dan mulai berproses,” jelasnya.  

Dalam kasus dugaan korupsi proyek tambatan perahu di Desa Karey, penyidik Ditreskrimsus telah menetapkan Direktur CV Mandala Karya, Chalid Hatim sebagai tersangka.

Proyek Dinas PU Kabupaten Aru tahun anggaran 2013 senilai Rp 478.500.000  ini ditemukan fiktif. Namun anggaran dicairkan 100 persen.

“Untuk kasus proyek tambatan perahu di Karey itu sudah satu tersangka yang kita tetapkan sesuai berdasarkan bukti yang sudah kita kantongi. Tersangka atas nama Direktur CV Mandala Karya, Chalid Hatim,” jelas Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Sulistyono kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/2).

Dikatakan, penetapan tersangka sudah dilakukan sambil menunggu hasil audit dari BPKP yang tengah berproses.

Selain Chalid Hatim, penyidik juga akan menjerat tersangka baru. Karena itu, pengembangan penyidikan terus dilakukan. “Masih jalan terus,” ujarnya.

Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Karey dinaikan ke tahap penyidikan, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus pada Senin 24 November 2014 lalu.

Sejumlah bukti termasuk bukti pemeriksaan fisik sudah ada di tangan penyidik. Dari hasil penyidikan terungkap anggaran proyek tidak digunakan untuk pekerjaan jembatan Karey, namun dibagi-bagi kepada sejumlah pihak.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon