Hukum ›› BPKP Segera Audit Korupsi Repo Bank Maluku

BPKP Segera Audit Korupsi Repo Bank Maluku


Ambon - Dokumen rekening koran yang dibutuhkan BPKP Per­wakilan Maluku sudah dite­rima dari Kejati Maluku. Selan­jutnya, audit kerugian negara kasus dugaan korupsi repo obligasi Bank Maluku dan Malut kepada PT Andalan Ar­tha Advisindo PT AAA Securitas tahun 2014 senilai Rp 300 miliar segera dilakukan.

Korwas Investigasi BPKP Ma­luku, Afandi yang dikonfirmasi me­ngatakan, selama ini audit belum dilakukan karena menunggu do­kumen rekening koran. 

“Iya dokumennya sudah kami terima, dokumen ini diperuntukan untuk proses audit kasus korupsi repo Bank Maluku,” kata Afandi, yang dihubungi Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (29/5).

Kasi Penkum Kejati, Samy Sa­pulette juga mengaku, dokumen rekening koran tahun 2014 sudah diserahkan oleh penyidik kepada BPKP Perwakilan Maluku.

“Dokumen tesebut telah se­rahkan ke tim auditor BPKP,” kata Sapulette.

Selanjutnya, penyidik tinggal menunggu hasil audit kerugian negara dugaan korupsi repo obligasi Bank Maluku dari BPKP.

“Prinsipnya kami tinggal menu­nggu hingga diserahkannya hasil audit penghitungan kerugian negara,” ujar Sapulette.

Sudah Dipenuhi

Seperti diberitakan, Plt Dirut Bank Maluku Malut, Burhanudin Waliulu mengaku, rekening koran tahun 2014 sudah diserahkan ke Kejati Maluku sejak April 2019 lalu.   

“Mengenai permintaan rekening koran untuk data repo yang diminta Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, data dimaksud sudah saya sam­paikan ke kantor kejaksaan, dan saya sendiri yang menerima surat mereka,” kata Burhanudin Waliulu yang dikonfirmasi Siwalima, mela­lui telepon selulernya, Selasa (28/5).

Dua Tersangka

Kejati Maluku menetapkan Idris Rolobessy dan Izaac B Thenu sebagai tersangka kasus repo obligasi kepada PT AAA Securitas tahun 2014 senilai Rp 300 miliar.

Mantan Dirut Bank Maluku dan Direktur Kepatuhan Bank Maluku itu ditetapkan sebagai tersangka dalam ekspos tim penyidik Kejati Maluku, Selasa (20/2).

Penetapan Idris sebagai ter­sangka dituangkan dalam surat Nomor: B-329/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018. Se­dangkan Thenu sesuai surat pene­tapan Nomor: B-330/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane.

Keduanya disangkakan mela­nggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 ten­tang pemberantasan tindak pi­dana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

Jalani Hukuman

Untuk diketahui, Idris Rolobessy saat inisedang menjalani huku­man 10 tahun penjara atas putu­san Mahkamah Agung dalam kasus korupsi dan TPPU penga­daan lahan dan bangunan bagi pembukaan kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya.

Idris juga dihukum membayar uang pengganti Rp 250 juta subsider satu tahun penjara, dan membayar denda Rp 500 juta subsider tujuh bulan kurungan.

Putusan MA Nomor: 2061 K/Pid.Sus/2017 itu ditandatangani oleh Artidjo Alkostar selaku hakim ketua, yang dibacakan dalam rapat majelis hakim pada 20 November 2017.

Rolobessy kembali dijerat dalam kasus repo obligasi. Rolobessy di­anggap bertanggung jawab karena saat itu ia menjabat Direktur Umum  Bank Maluku. Dalam penyelidikan, tim penyidik menemukan dugaan penyimpangan reverse repo tata kelola manajemen perbankan. Aturan-aturan perbankan diabaikan hingga mengakibatkan hilangnya dana senilai Rp 300 miliar lebih milik Bank Maluku ke PT AAA. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon