Hukum ›› BPKP Rampungkan Audit Korupsi Eks Direktur RSUD Saparua Senin, Diserahkan ke Jaksa

BPKP Rampungkan Audit Korupsi Eks Direktur RSUD Saparua


Ambon - Badan Pengawasan Keuangan dan Pem­bangunan (BPKP) Maluku telah meram­pungkan audit kasus korupsi dana Jamkes­mas-Jamkesda. Hasil audit untuk tersangka eks Direktur RSUD Saparua, Joke Pattinaja itu, akan diserahkan ke penyidik Cabang Kejari Ambon di Saparua, Senin (21/7).

“Hasil auditnya sudah selesai dan kita sudah menyurati jaksa untuk menyerahkan hasilnya ke penyidik Senin pekan depan,” ungkap Kabid Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Zainuri, kepada Siwalima, di ruang ker­janya, Jumat (18/7).

Ditanya kerugian ne­gara akibat perbuatan Pattinaja, Zainuri menolak berko­mentar, dengan alasan bukan kewenangannya. “Maaf itu bukan kewenangan saya, nanti ditanyakan saja ke penyidiknya,” ujarnya.  

Dalam kasus korupsi dana Jamkesmas dan Jam­kesda jaksa menetapkan Direktur RSUD Saparua, Joke Pattinaja sebagai tersangka bersama  man­tan bendahara RSUD Sa­parua, Paulina Nanlohy.

Kini Nanlohy sementara menjalani persi­dangan di Pengadilan Tipikor  Ambon se­mentara Pattinaja masih dikurung di Rutan Kacabjari Saparua.

Sumber Siwalima di Kejati Malu­ku me­nyebutkan,  untuk anggaran Jamkesmas yang dialokasikan dari APBN Tahun 2009 sebesar Rp 407. 798.000. Namun digunakan Rp 355.568.000. Sehingga terjadi selisih Rp 52.230.000. Tahun 2010, angga­ran yang dialokasikan sebesar Rp 412.231.000, namun yang dicairkan Rp 324.319.000, sehingga terjadi selisih Rp 87.912.000.

Kemudian Tahun 2011, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 434. 749.000, namun yang dicairkan Rp 107.322.000. Karena itu, terjadi selisih Rp 327.427.000. Selanjutnya, Tahun 2012, anggaran yang dialo­kasikan sebesar Rp 115.261.000, tetapi yang dicairkan Rp 22.031.495, sehingga terjadi selisih Rp 93.229.505.

Dengan demikian, total anggaran Jamkesmas yang tidak digunakan atau tidak dicairkan sebesar Rp 560.798.505.

Sementara untuk anggaran Jam­kesda yang dialokasikan dari APBD Tahun 2011 sebesar Rp 18.000.000, namun yang hanya dicairkan oleh pihak RSUD Saparua sebesar Rp 10.075.600, sehingga terjadi selisih Rp 7.924.400.

Kemudian Tahun 2012, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 98. 194.487, tetapi yang dicairkan Rp 81.565.065, sehingga terjadi selisih Rp 16.629.422. Dengan demikian, anggaran Jam­kesda yang tidak digu­nakan atau tidak dicairkan sebesar Rp 24.553. 822.

Sehingga secara keseluruhan selisih anggaran Jamkesmas dan Jamkesda mencapai Rp 585. 352. 327. Anggaran sebesar ini dianggap oleh jaksa sebagai kerugian negara, karena penggunaannya tak jelas.

Anggaran Jamkesda bersumber dari APBD tahun 2011-2012. Se­dangkan Jamkesmas bersumber dari APBN tahun 2009-2012, dengan total anggarannya sebesar Rp 1,5 milyar lebih. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon