Kriminal ›› Blokir Jalan Kairatu-Piru Bom Meledak, Warga

Blokir Jalan Kairatu-Piru


Ambon - Ledakan bom  memicu kon­sen­trasi massa di Desa Wae­samu, Kecamatan Kairatu Ba­rat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (18/4).

Bom tersebut meledak seba­nyak dua kali sekitar pukul 03.30 WIT di depan kediaman mantan Raja Waesamu A. Reu­nussa dan kediaman W. Latu­perissa.

Informasi yang diperoleh Siwalima dari kepolisian me­nyebutkan, ledakan bom terse­but memicu reaksi warga Waesamu. Terjadi konsentrasi massa di jalan-jalan. Mereka langsung memblokir  jalan yang merupakan akses me­nuju Kairatu-Piru  mengguna­kan batang pohon.

Peristiwa ledakan bom itu, bukan baru pertama kali ter­jadi, tetapi sudah berulang kali, namun tidak pernah ter­ungkap pelakunya. Karena itu, warga kecewa dan mem­blokir jalan.

“Ini bukan baru pertama kali tetapi sudah kesekain kali. Namun pelaku tidak pernah terungkap,” ungkap salah satu warga, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Sekitar pukul 06.30 WIT, Kapolres SBB AKBP Agus Setiawan didampingi Wakapol­res SBB Kompol J Picauly, Ka­sat Reskrim Polres SBB AKP R. Adikusuma serta personil Pol­res SBB tiba dan selanjut­nya melakukan olah TKP. Setelah itu, dipasang police line.

Setelah mengamankan TKP, sekitar pukul 08.20 WIT Ka­polres didampingi Dandim 1502 Masohi Letkol Ahmas Fikri Dalimunthe, Wakapolres, Kepala Kesbanglimnaspol Kabupaten SBB H.S Patty, Danki Sub 2 Den B Pelopor Piru Iptu Hidayat dan  Kapol­sek Waisarissa Iptu S. Heha­nussa melakukan pertemuan dengan pemerintah Desa Waesamu, pejabat Desa Wae­samu S. Siwalete. dan Pendeta Waesamu R. Maail di Gereja Zebaoth Waesamu.

Dalam pertemuan itu, Maail mewakili masyarakat desa Waesamu menyampaikan per­nyataan sikap diantaranya, pertama, memberikan kesem­patan kepada Pemda Kabupa­ten SBB, Kepolisian dan TNI selama satu minggu untuk menemukan pelaku pengebo­man. Kedua, mencari pelaku pengrusakan kebun milik  war­ga. Ketiga, dilakukan perte­muan antara sinode dan stakeholder Desa Waesamu dan desa tetangga. Empat, meminta jaminan keselamatan masya­rakat Desa Waesamu selama beraktifitas.

Pejabat Desa Waesamu, S Siwalete meminta peristiwa peledakan bom yang terjadi agar secepatnya ditangani, sehingga masyarakat merasa puas. Ia juga meminta mas­yarakat tidak terprovokasi untuk memperkeruh situasi.

Menanggapi pernyataan sikap tokoh agama dan tokoh masyarakat itu, Kepala Kes­ba­nglinmaspol Kabupaten SBB, H S. Patty menegaskan, masa­lah ini akan diupayakan oleh  pihak kepolisian untuk menye­le­saikannya. Namun ia meminta agar akses jalan segera dibuka.

Usai pertemuan sekitar pukul 09.40 WIT, warga ber­sama aparat TNI dan Polri membuka pemblokiran jalan.

Kapolres SBB AKBP Agus Setiawan yang dikonfirmasi, mengatakan, situasi sudah aman terkendali dan peristiwa peledakan bom sementara diselidiki. “Tim kami juga sudah me­lakukan olah TKP, diharap­kan masyarakat dapat meredam amarah. Kami juga sudah ber­kordinasi dengan Polda un­tuk memback-up dalam me­lakukan penyelidikan,”  jelas Setiawan.

Setiawan menambahkan, tim gegana Ditreskrimum Polda Maluku sudah menuju TKP untuk membantu melakukan penyelidikan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon