Daerah ›› BKD Diminta Transparan soal Pemberkasan Honorer K2

BKD Diminta Transparan soal Pemberkasan Honorer K2


Masohi - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Maluku Tengah (Mal­teng) diminta,  transparan soal pem­ber­kasan pegawai honorer kategori K2, yang ditetapkan lolos seleksi nasional CPNS dilingkungan kabupa­ten yang bergelar pamahanunusa ini beberapa waktu lalu.

Pasalnya, pemberkasan yang dila­kukan oleh BKD setempat sampai ter­kesan tertutup dan tidak jelas pelaksa­naannya.

“Kami minta BKD Malteng terbuka soal pelaksanaan pemberkasan yang saat ini yang sedang dilakukan oleh sejumlah honorer K2 yang ditetapkan lulus seleksi nasional, karena kami menilai, pelaksanaan pemberkasan tersebut tidak dilakukan secara ter­buka. Artinya bahwa, peserta yang melakukan pemberkasan tersebut harusnya diumumkan ke publik agar dapat diketahui dengan jelas dan transparan,” jelas Ketua Pusat Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Maluku (Pukat Seram) Fahry Asyathry kepada Siwalima di Maso­hi, Sabtu (17/5).

Pemberkasaan yang dilakukan secara tertutup dan tidak transparan, lanjutnya, akan memunculkan opini publik bahwa, kegiatan yang dila­kukan BKD tersebut, adalah upaya menyembunyikan sesuai yang tidak jelas. Sebab sejak diumumkan sampai hasil seleksi oleh panitia seleksi nasio­nal ternyata, dari peserta yang ditetap­kan lulus seleksi tersebut diantara­nya terdapat banyak nama-nama peserta yang bukan honorer.

Dikatakan, pelaksanaan pemberka­san bagi peserta yang lulus selek­si CPNS di Malteng berbeda dengan yang dilakukan di kabupaten/kota lainnya  di Maluku, yang pemberka­san­nya diawali dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh BKD.

“Informasi yang kami himpun di SBT dan SBB, pelaksanaan pemberkasan pegawai honorer  K2 yang lulus seleksi CPNS tersebut dilakukan transparan. Nama setiap peserta di­umum­kan ke public bersamaan dengan pengumuman BKD pada kedua kabupaten tersebut, sehingga mudah dikontrol oleh publil. Jika terdapat honorer siluman yang mengikuti pemberkasan. Akan tetapi yang terjadi di Malteng berbeda dengan yang dilakukan pada dua Kabupaten itu. Nama peserta pemberkasan tidak pernah diumumkan untuk mengikuti pember­kasan Selasa (13/5) lalu. Padahal semua pihak mengetahui dengan jelas honorer siluman yang bergentayangan di Kabupaten Malteng jelas-jelas nyata dan ada,” ujarnya.

Dengan tidak melakukan pengu­muman secara terbuka bagi pegawai honorer K2 untuk pemberkasaan, katanya, maka sangat dicurigai BKD Malteng diduga menyembunyikan sesuatu yang mungkin saja adalah kejahatan.

Disisi yang lain, tambahnya, pem­berkasaan tertutup tersebut me­ngandung tujuan-tujuan tertentu yang mungkin saja untuk melindungi honorer siluman.

Dia mengancam, akan melaporkan dugaan tersebut ke pihak berwajib, jika diikuti oleh mereka yang tidak pernah honor atau honorer siluman. Sebab jika terjadi demikan maka jelas pelaksanaan pemberkasan CPNS oleh BKD Malteng secara tertutup tersebut, adalah bentuk atau upaya melindungi kejahatan.

Ia berharap, BKD tidak sengaja melakukan hal ini, sebab Pukat Seram memiliki data otentik tentang CPNS yang tidak pernah honor. Selain itu, pihaknya telah melaporkan hal ini langsung ke Menpan dan BKN pusat.

“Jika kemudian dari semua peserta yeng mengikuti pemberkasan tersebut ditemukan ada orang-orang yang sesuai data Pukat Seram adalah honorer siluman, maka BKD Malteng harus bertangungj­awab.  (S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon