Kesra ›› BI: Perputaran Uang di Maluku Masih Normal

BI: Perputaran Uang di Maluku Masih Normal


Ambon - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku memprediksikan perputaran uang di Provinsi Maluku untuk tahun ini masih tergolong relatif  normal.

Tak hanya itu, menjelang pemilihan kepala daerah seperti Gubernur Maluku, Walikota Tual dan Bupati Maluku Tenggara (Malra) diprediksikan perputaran uang akan tetap normal.

“Kalau kita lihat saat ini untuk perputaran uang di Provinsi Maluku masih dalam kondisi normal tidak ada alami kenaikan yang begitu signifikan. Apalagi saat ini ada beberapa daerah yang akan laksanakan pilkada, maka kami prediksikan perputaran uang akan tetap sama seperti biasanya,” jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Andi Setyo Biwodo kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (9/10).

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pada Pilkada Kota Ambon dan beberapa kabupaten lainnya dimana perputaran uang relatif dalam kondisi normal tak ada perubahan.

Bahkan, sampai saat ini menjelang pesta demokrasi di Maluku tahun 2018 mendatang belum terlihat adanya perubahan signifikan dari sisi keuangan di Maluku. BI juga memprediksi hal ini bukan tanpa dasar. Sebab jika dilihat dari Pilkada Kota Ambon siklus perputaran uang masih normal. Untuk itu, BI memprediksikan perputaran uang menjelang pilkada Maluku tahun depan juga tetap dalam kondisi normal.

“Kita bandingkan dengan Pilkada Kota Ambon tidak banyak perubahan. Tidak banyak penarikan dan setoran. Jadi kalau secara umum tidak banyak perubahan, maka akan tetap dalam kondisi yang sama,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Biwodo, dengan melihat keadaan perputaran uang yang terjadi selama pilkada kemarin, BI tidak melakukan penambahan uang jelang Pilkada Maluku di sektor perbankan maupun non perbankan.

Ditambahkan, moment pilkada sangat berbeda dengan moment hari keagamaan yang mana BI harus melakukan penambahan uang guna memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku, sehingga sangat berbeda dengan moment pilkada dan hari keagamaan.

“Kalau mendekati hari keagamaan seperti Lebaran dan Natal biasanya kami selalu lakukan penambahan uang, karena pada saat itu terjadi transaksi yang cukup signifikan dilakukan oleh masyarakat, sedangkan untuk pilkada sendiri tidak begitu, makanya pada moment pilkada kami tidak akan lakukan penambahan uang di sektor keuangan terutama di daerah yang melaksanakan pilkada,” pungkasnya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon