Kesra ›› BI- SEM Institute Paparkan Hasil Riset KPJU Unggulan Maluku

BI- SEM Institute Paparkan Hasil Riset KPJU Unggulan Maluku


Ambon - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM RI pada tahun 2013 jumlah UMKM di Indonesia tercatat 57,89 juta unit atau 99,9 persen dari total usaha. Bahkan kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB di tahun itu cukup signifikan yakni 60,34 persen dari total PDB.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku menggandeng PT SEM intitute melakukan penelitian komoditas/produk/jenis usaha unggulan (KPJU) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Maluku.

Direktur SEM Institute, M. Karebet Widjajakusuma menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk mengenal dan memahami profil daerah, meliputi, kondisi geografis, demografi, perekonomian dan potensi sumber daya dan profil UMKM di Maluku termasuk faktor pendorong dan penghambat dalam pengembangan UMKM.

“Selain itu untuk memberikan informasi tentang KPJU unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di Maluku serta memberikan informasi dan permasalahan yang timbul dari masing-masing KPJU unggulan lintas sektoral di kabupaten/kota di Maluku,”  jelas Widjajakusuma pada acara desiminasi hasil penelitian KPJU unggulan UMKM Maluku di Swiss-belhotel Kamis (7/9).

Terkahir dari tujuan penelitian ini kata Widjajakusuma adalah, memberikan rekomendasi KPJU unggulan yang perlu/dapat dikembangkan di masing-masing kabupaten/kota serta pernanan perbankan dalam pengembangan KPJU unggulan serta kebijakan kepada pemda (Provinsi dan kabupaten/kota) yang dikaitkan pula dengan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka pengembangan KPJU unggulan UMKM.

Dijelaskan, dari 11 kabupaten/kota yang diteliti, melalui konfirmasi dan analisis lanjutan dengan pendekatan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), bayes serta borda, di peroleh 10 KPJU unggulan lintas sektoral. Dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan serta titik kekukatan dan titik kritis setiap KPJU unggulan, maka direkomendasikan dalam FGD dan indepth interview sejumlah rencana aksi, baik jangka menengah dan panjang maupun jangka pendek.

10 KPJU unggulan terpilih tersebut masing-masing, ikan cakalang tangkap, kelapa, industri kopra, perdagangan hasil laut, wisata bahari, ikan tuna tangkap, kakao, rumah makan/warung nasi campur, budidaya rumput laut dan cengkeh.

“Hasil penelitian ini juga tekah direkomendasikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang diteliti untuk tetapkan 10 KPJU unggulan hasil penelitian ini sebagai KPJU unggulan daerah, serta rekommendasikan juga ke Pemprov Maluku untuk tetapkan 10 KPJU unggulan provinsi,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Perwakilan BI Maluku Bambang Pramasudi dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu mengaku, penelitian KPJU UMKM ini dilakukan dalam kurun waktu lima tahun sekali dan kali ini BI menunjuk PT SEM Institute untuk melakukan penelitian di Maluku.

“Penelitian ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 dan penelitian ini akan dilakukan terus sampai dengan tahun 20121 mendatang,” tandasnya. (S43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon