Hukum ›› Betaubun Mangkir Lagi Tim Sentra Gakumdu Maluku: Kasusnya Tetap Jalan

Betaubun Mangkir Lagi


Ambon - Edison Betaubun tak kooperatif. Ia kembali mangkir dari panggilan Tim Sentra Pene­-gakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Maluku, Senin (11/3). Ini untuk keempat kalinya calon anggota DPR Partai Golkar ini cuekin gakumdu.

Sikap Betaubun yang tidak menghargai proses hukum sudah ditunjukan saat kasus dugaan pelanggaran pemilu yang melilitnya masih dalam tahap penyelidikan. Dua kali, dipanggil, namun ia tak hadir.

Saat kasusnya naik pe­nyidikan dan Betaubun dite­tapkan sebagai tersangka, sikapnya tak berubah. Di­panggil tim sentra gakumdu pada Jumat (8/3), Betaubun tak hadir.

Panggilan kedua dilayang­kan untuk hadir Senin (11/3) pukul 10.00 WIT, di Kantor Sentra Tim Gakumdu Maluku, di Karang Panjang Ambon,  lagi-lagi Ebet, pang­gilan Edison Betaubun, tak menunjukan batang hidung­nya.

Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Maluku, Thomas Wakano, yang dikonfirmasi mengakui, Ebet tidak memenuhi panggilan tim sentra gakumdu, dengan alasan sementara mengikuti kegiatan.

“Edison dipanggil untuk diperiksa hari ini, untuk kedua kalinya dengan status sebagai tersangka namun beliau tidak hadir. Pukul 13.00 WIT dikonfirmasi penyidik melalui kuasa hukumnya ternyata beliau tidak bisa datang karena sementara mengikuti kegiatan di Jakarta,” jelas Wakano, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya.

Disinggung soal penolakan Ebet untuk diperiksa gakumdu, jika tak ada izin dari presiden, Wakano menegaskan, kasus dugaan pelang­garan pemilu yang ditangani tim sentra gakumdu bukan dalam ka­pasitasnya sebagai anggota DPR, tetapi sebagai caleg DPR, yang adalah pelaksana kampanye.

Sebagai pelaksana kampanye, kata Wakano, Ebet tidak bisa meng­gunakan hak imunitasnya.

“Ini pelanggaran Pemilu.  UU Nomor 7 tahun 2017 itu berbeda dengan undang-undang lainnya, sehingga dengan batas waktu 14 hari itu, penyidik akan berproses sesuai dengan mekanisme dan ke­ten­tuan yang diatur dalam perun­dang-undangan,” tandasnya.

Wakano meminta Ebet kooperatif dan menghargai proses hukum. Penegakan hukum yang dilakukan oleh tim sentra gakumdu bukan untuk mencari siapa yang salah, dan siapa yang benar.

“Kami minta agar beliau koope­ratif, kami tidak ingin mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tetapi proses penyidikan ini se­men­tara dilakukan, sehingga mari kita sama-sama menghargai proses ini,” himbaunya.

Wakano menambahkan, pihaknya akan kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Ebet untuk ketiga kalinya.

“Kita akan melakukan tahapan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jadi kita akan panggil lagi, dan jika tidak hadir maka kita akan mencarinya, dan kalau tidak ditemu­kan maka akan ditetapkan sebagai DPO dan proses hukum tetap akan dilanjutkan hingga ke proses persidangan, walaupun tanpa kehadiran tersangka atau terdakwa,” tandasnya.

Akui tak Hadir

Ketua Tim Penasehat Hukum Edison Betaubun, Fahri Bachmid mengakui, kliennya tidak menghadiri panggilan Tim Sentra Gakumdu Maluku, karena sementara mengikuti kegiatan di Jakarta.

Alasan ketidakhadiran Betaubun, sudah disampaikan ke tim sentra gakumdu.

“Iya tadi pak Betaubun tidak sempat hadir, namun terkait alasan ketidakhadiran beliau sudah kami sampaikan ke tim sentra gakumdu,” kata Fahri kepada Siwalima, melalui telepon selulernya.

Menurut Fahri dirinya sudah me­minta kliennya agar kooperatif untuk menghadiri panggilan tim sentra gakumdu.

“Saya juga sudah minta ke pak Betaubun, agar tidak mempersulit proses penyidikan kasus ini,” ujarya.

Terima SPDP

Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus pelang­garan pemilu dengan tersangka Edison Betaubun sudah diterima Kejati Maluku sejak Jumat (1/3). Jaksa menunggu pelimbahan berkas calon anggota DPR Partai Golkar ini  dari Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Maluku.

Sementara sesuai agenda, caleg nomor urut 1 ini akan diperiksa oleh tim gakumdu pada hari ini, Senin (11/3). Sebelumnya Edison Betaubun mangkir Jumat (8/3).

“SPDP kasus pelanggaran pemilu sudah diterima dari gakumdu, namun SPDPnya bersifat umum,” kata Kepala Seksi Penerangan Hu­kum Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi Siwalima, Jumat (8/3).

Sapulette mengatakan, jaksa masih menuggu pelimpahan berkas Betaubun dari tim sentra gakumdu. “Berkas tahap I perkara dugaan pelanggaran pemilu belum, kita sifatnya menunggu,” ujarnya.

Tersangka

Status caleg nomor urut 1 dari Partai Golkar itu, naik menjadi tersangka diputuskan dalam gelar perkara yang dilakukan tim Ga­kumdu pada Selasa (5/3).

Sebelum menjerat Ebet, tim Ga­kumdu sudah memeriksa sejumlah saksi, terkait  pertemuannya dengan sejumlah kepala desa dan dusun serta tokoh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat pada Jumat 4, Januari 2019 di Mutiara Hotel.

Ebet disangkakan melakukan dugaan tindak pidana mengikut­sertakan kepala desa, perangkat desa, badan permusyawaratan desa dan aparatur sipil negara dalam  kampanye anggota DPR RI, sebagaimana dimaksud dalam pasal 493 jo 280 ayat 2 huruf f, h dan J UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon