Hukum ›› Berkas Polisi Penembak Warga Masih Diteliti

Berkas Polisi Penembak Warga Masih Diteliti


Ambon - Jaksa penuntut umum Kejati Maluku hingga kini masih meneliti berkas, Brigpol Elianth. R. Latuheru, ter­sangka kasus penembakan Flegon Pitries hingga tewas.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette mengata­kan, jika dalam proses penelitian masih ditemukan kekurangan maka akan dikembalikan. Seba­liknya, kalau lengkap akan dikoor­dinasikan dengan penyidik untuk tahap II. 

“Nantinya berkas perkara diteliti selama 14 hari kedepan, kalau me­mang belum lengkap maka berkas tersangka akan dikembali­kan lagi penyidik untuk dilengkapi. Kalau sudah lengkap, nanti dikoordinasikan dengan penyidik untuk langkah selanjutnya,” jelas Sapulette kepada Siwalima di Ambon, Kamis (6/12).

Pistol Menyalak

Seperti diberitakan, Flegon Pitries, tewas setelah pistol revolver Brigpol Elianth. R. Latuheru menyalak.

Dada sebelah kiri korban diter­jang peluru dari pistol anggota intelkam Polda Maluku itu, Kamis (22/11) sekitar pukul 17.15 WIT.

Informasi yang dihim­punSi­walima dari kepolisian men­jelas­kan, kejadian tersebut, berawal ketika pelaku yang saat itu sedang duduk santai bersama dengan korban di kawasan Bere-Bere sam­bil menikmati bir.

Pelaku yang sudah dalam ke­adaan mabuk, kemudian menge­luarkan pistol revolver sambil me­mutar-mutar pistol tersebut ke arah tubuh korban.  Ia kaget, tiba-tiba ter­dengar letusan. Timah panas yang ada di pistol langsung menerjang dada bagian kiri korban.

Pemuda 26 tahun itu, roboh bersimbah darah. Pelaku ber­upaya mengangkat tubuh korban dan meminta pertolongan warga sekitar untuk membawa korban ke RSUD dr. Haulussy Ambon. Namun korban menghembuskan nafas terakhir, sebelum mendapat pe­nanganan medis.

Pecat

Kapolda Maluku, Irjen Royke Lu­mowa memastikan Brigpol Elianth R.Latuheru dipecat dari anggota Polri. Selain pidana, anggota intel­kam Polda Maluku ini akan diadili dalam sidang kode etik profesi Polri de­ngan pasal pemberhentian de­ngan tidak hormat atau pemecatan.

Penegasan itu disampaikan Kapolda melalui Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat dalam rilisnya kepada wartawan, Jumat (23/11).

Setelah ditetapkan sebagai ter­sangka, kata Ohoirat, Brigpol Latu­heru langsung ditahan di Rutan Polda Maluku, Tantui. Ia dijerat dengan pasal  berlapis, yakni pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan kematian dan pasal 359 KUHP, karena lalai mengakibatkan orang meninggal. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon