Hukum ›› Berkas Mantan Bos Citra Swalayan Mengendap di Meja Penyidik

Berkas Mantan Bos Citra Swalayan Mengendap di Meja Penyidik


Ambon - Berkas mantan bos Citra Swalayan, Tan Meidy Wijaya alias Tan Mei, tersangka kasus pencurian tepung terigu 23 kontainer milik Fa. Bandil sampai saat ini masih mengendap di meja penyidik Ditreskrimum Polda Maluku, Yondri Latumeten.

Bagaimana tidak, sejak dikembalikan oleh jaksa Oktober 2014 lalu sampai sekarang tidak ada kejelasannya. Bahkan saat dikonfirmasi penyidik berbelit-belit dengan alasan yang tidak rasional.

Beberapa kali Siwalima mencoba untuk mengkonfirmasi perihal berkas tersangka, penyidik menjawab dengan berbagai alasan. Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku AKBP Hasan Mukaddar yang dikonfirmasi juga mengatakan saat dicek penyidik, penyidiknya menyampaikan akan menghadapnya di ruangan, namun ketika dicek lagi penyidik beralasan harus melapor dulu ke atasannya.

“Sudah saya cek lagi ke penyidiknya, penyidik sampaikan akan disampaikan kepada atasannya dulu,” kata Mukaddar. .

Sebelumnya diberitakan, berkas mantan bos Citra Swalayan, Tan Meidy Wijaya alias Tan Mei, tersangka kasus pencurian tepung terigu 23 kontainer milik Fa. Bandil “karam” di tangan penyidik Ditreskrimum Polda Maluku.

Berkas Tan Mei telah dikembalikan JPU ke penyidik Ditreskrimum sejak Oktober 2014 lalu, dengan sejumlah petunjuk, namun hingga kini belum juga dikembalikan.

Tan Mey dite­tapkan seba­gai tersangka, karena menjadi penadah. Ia membeli terigu hasil curian sebanyak 500 sak dari Achmad Roha.

Achmad Roha sendiri telah divonis majelis Hakim PN Ambon dua tahun enam bulan penjara. Ia terbukti melanggar pasal 374 junto pasal 55 ayat (1) KUHP tentang pen­curian. Ia  menjual 500 sak tepung terigu milik Fa. Bandil yang dicuri dari kontainer kepada Tan Mei selaku pemilik Citra swalayan senilai Rp 72,5 juta

Akibat perbuatan Roha, Kuntoro Susno selaku pemilik Fa. Bandil mengalami keru­gian senilai Rp 3 miliar lebih.

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mercy de Lima yang sebe­lumnya meminta Roha dija­tuhi hukuman penjara selama empat tahun. Abril Roha, saudaranya Achmad   Roha juga sudah ditetapkan sebagai tersangka karena merencanakan pen­curian tersebut, namun yang bersang­kutan hanya dikenakan wajib lapor dan akhirnya melarikan diri.  (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon