Hukum ›› Berkas Korupsi Walikota Tual & Wakilnya Mandek di Kejati Maluku

Berkas Korupsi Walikota Tual & Wakilnya Mandek di Kejati Maluku


Ambon - Petingi Kejati Maluku tak serius menuntaskan kasus korupsi dana asuransi anggota DPRD Kabupaten Malra periode 1999-2004. Hingga kini berkas Walikota Tual, MM Tamher dan Wakilnya Adam Rahayaan mandek, dan tak juga dirampungkan.  

Tak hanya itu, eksekusi 14 terpidana kasus ini juga berjalan tersendat-sendat. Dari 14 hanya baru bisa diesekusi satu terpidana.

Wakil Ketua Gerakan Anti Korupsi (GAK) Maluku, Thomas Parinussa mencium ada ketidakberesan dalam penanganan kasus ini.

“Kami menduga ada ketidakbere­san dalam penanganan kasus ini, kok yang lain sudah diproses hukum bahkan sudah ada putusan MA dan tinggal dieksekusi namun Walikota Tual dan sembilan tersangka lainnya belum jelas, Kejati tak transparan dan diskriminasi dalam menuntas­kan kasus ini,” tandasnya, kepada Siwalima, Senin (7/7).

Dirinya menilai pimpinan Kejati Maluku sengaja menghambat pe­nuntasan kasus ini.  “Kasus ini su­dah mulai tak jelas penanganannya, karena diduga ada kepentingan tertentu,” ujar Parinussa.

Untuk diketahui,  selain Walikota Tual, sembilan  tersangka yang hingga kini berkasnya masih ter­katung-katung itu yakni  Wakil Wali­kota Tual, Adam Rahayaan;  Ivo Ratuanak, Ferry Salkol, Gainau de Games, Welhemus Barends, Victor Savsasanubun, Muchsin Awad Azis, Victor Y Warat dan H.A.H Nota­nubun.

Sementara 13 terpidana lainnya yang belum eksekusi yakni Yohanes Wee, Alexader W Rahanra, Musa Buce Uwaitota, Febianus Rahanu­bun, Samaila Abdul Rachman, Petrus Renyaan, Rulan Jepry Betaubun, Herman Refra, Oscar Thintji Ohoi­wutun, Mozes Savsavubun, Nelson Kadmair, Juliana Komanaris, dan Hendrik J.M Oraplean.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon