Hukum ›› Beri Sanksi ke Martha, Sekda Gertak Sambal

Beri Sanksi ke Martha, Sekda Gertak Sambal


Ambon - Ancaman Sekda Maluku, Hamin bin Thahir untuk memberi sanksi kepada Kepala Dinas ES­DM, Martha M Nanlohy hanya gertak sambal.

Martha terang-terangan membohongi sekda. Ia meminta izin untuk mengikuti kegiatan di Jakarta, padahal ia  jalan-jalan ke Korea. Sekda kaget, dan baru sadar dibohongi. Ia menegaskan, akan memanggil  Martha, dan memberikan sanksi, namun ternyata hanya sebatas omongan. 

Jangankan memberi sanksi, memanggil saja belum. Pada­hal Martha sudah berada di Ambon sejak beberapa hari lalu. Malah, sering bolak-bolik kantor gubernur.

Sekda yang dicegat Siwa­lima, usai menghadiri perte­muan tahunan Bank Indonesia di Santika Hotel Ambon, Rabu (6/12), hanya memberi­kan pernyataan yang basi.

“Nanti saya panggil,” kata sekda.

Ditanya kapan akan dipang­gil dan sanksi apa yang akan diberikan kepada Martha, sekda buru-buru masuk lift.

Sekda Ditipu

Seperti diberitakan, Sekda Maluku Hamin bin Thahir ditipu oleh anak buahnya, Kepala Dinas ESDM, Martha M Nanlohy.

Sekda tidak tahu, kalau Martha berangkat ke Korea untuk jalan-jalan sejak Jumat, 23 November. Ia mengaku, Martha meminta izin secara lisan kepada dirinya untuk mengikuti kegiatan dinas di Kementerian ESDM, Jakarta.

“Saya baru tahu kalau kadis ESDM berada di luar negeri karena izin lisan yang saya berikan hanya ke Jakarta,” tegas sekda, saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/11).

Sekda kaget dan baru sadar, kalau ia sudah dibohongi oleh anak buahnya. Ia menegas­kan akan memanggil Martha un­tuk menghadap dirinya.

“Saya memberikan izin lisan kepada Kadis ESDM untuk kegiatan ke Jakarta. Kalau sudah datang saya panggil, karena kita berikan izin hanya ke Jakarta, bukan ke luar negeri,” tandasnya.

Ditanya soal sanksi yang akan diberikan kepada Mar­tha, sekda menegaskan, akan berkoordinasi dengan BKD.

“Hukuman seperti apa nanti kita serahkan kepada BKD, namun yang jelas ke­berangkatan ke luar negeri saya tidak tahu izin dari mana,” ujarnya.

Disinggung menyangkut larangan kepada semua ke­pala organisasi perangkat dae­rah (OPD) untuk tidak keluar daerah hingga selesai pembahasan APBD 2019, sekda mengaku, dirinya yang mengeluarkan perintah terse­but. Namun karena Martha beralasan, ada kegiatan pen­ting di Jakarta, sehingga ia memberikan izin.

“Memang saya berintahkan untuk kepala OPD tidak boleh keluar daerah, namun karena izin untuk kegiatan penting di Jakarta maka saya berikan. namun secara lisan bukan me­nggunakan surat,” tandasnya.

Memilih Ke Korea

Martha sebelumnya dipa­ng­gil oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Ba­res­krim Polri untuk diperiksa terkait tindak pidana pertam­bangan di Gunung Botak, Gogrea dan Sungai Anahoni, Kabupaten Buru.

Berdasarkan surat panggi­lan Nomor: S.Pgl/920/XI/2018/Tipdter yang ditandata­ngani oleh Kasubdit V Direk­torat Tindak Pidana Tertentu, Kombes Mohammad Agung Budijono, Martha diminta menghadap penyidik Direk­torat Tipidter Bareskrim, Kompol Eko Susanda  pada Selasa (27/11) pukul 09.00 WIT di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku. 

Namun mengabaikan pang­gilan tersebut. Martha memi­lih berangkat ke Korea untuk jalan-jalan, ketimbang meme­nuhi panggilan penyidik Ba­reskrim.

Martha tak sendiri ke Korea. Ia juga membawa orang dekatnya Flantina Talle, serta beberapa pegawai honor yang selama ini membantu­nya. 

Flantina Talle adalah orang dekat Martha di Dinas ESDM Maluku. Rekening atas nama keduanya yang dipakai untuk menampung kucuran uang miliaran rupiah dari PT Buana Pratama Sejahtera (BPS).

Ia malah meminta agar Kabid Pertambangan Umum Dinas ESDM Maluku, June Pattikawa saja yang mewa­kilinya di penyidik Bareskrim.

“Ibu kadis ke Korea ber­sama ibu Talle dan rombo­ngan, katanya nanti ibu June yang mewakili di bareskrim,” kata sumber di Dinas ESDM Maluku, kepada Siwalima.

Sumber itu juga mengung­kapkan, selain Flantina Talle dan beberapa pegawai honor, ikut juga teman-teman alumni Martha dari SMA Negeri 1 Ambon angkatan 81 berjum­lah 24 orang. Mereka berang­kat sejak Jumat 23 November, dan kembali pada Kamis, 29 November. “Informasinya teman-teman alumni  kadis juga berangkat. Mereka ada yang dari Ambon, Jakarta dan juga Bali. Tapi untuk pastinya, nanti cek kadis saja,” ujar sumber itu. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon