Hukum ›› Berencana Kibarkan Bendera RMS, Siahaya Dituntut 5 Tahun Penjara

Berencana Kibarkan Bendera RMS, Siahaya Dituntut 5 Tahun Penjara


Ambon - Akibat terlibat dalam organisasi separatis Republik Maluku Selatan (RMS), Steven Ronaldo Siahaya dituntut lima tahun penjara dipotong masa penahanan.

Siahaya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan makar sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 106 KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Evie Hattu dalam sidang yang dipimpin hakim SHD Sinuraya, Kamis (17/3), di Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

JPU mengatakan, terdakwa secara bersama-sama dengan Ronald Viktor Andries, Yusuf Sahetapy, Paul Lodewik Krikhoff, Ruben Sapulette, Fence Litamaputy, Andrias Maruanaya dan Mervin Bremer telah melakukan permufakatan jahat dengan maksud agar seluruh atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk diketahui, dalam dakwaan JPU menjelaskan, terdakwa pada 1 Agustus 2010 sekitar pukul 21.30 WIT bertempat di Batu Lubang, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, bersama-sama dengan teman-temannya yang disebutkan di atas berencana untuk mengibarkan bendera RMS. Namun sebelum niat tersebut dikabulkan terdakwa dan teman-temannya keburu ditangkap aparat kepolisian.

Tujuan terdakwa dan teman-temannya mengibarkan bendera terlarang itu untuk menunjukkan kepada dunia luar khusus internasional bahwa RMS masih eksis di Provinsi Maluku. (S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon