Visi ›› Berantas Narkoba & Penegakan Hukum

Berantas Narkoba & Penegakan Hukum


Perkembangan pemakaian narkoba di Provinsi Maluku semakin memprihatinkan. Tidak saja pada level bawah, kalangan pelajar, oknum-oknum aparat kepolisian hingga sampai pada pejabat terlibat barang haram tersebut.

Satu persatu pengedar maupun pemakai digiring ke hotel prodeo, namun itu belum memberikan jaminan menurunnya tingkat pemakaian narkoba. Ironisnya, tingginya pemakaian tersebut belum berbanding lurus dengan penegakan hukum. Para pemakai narkoba dan pengedar dikejar, sementara bandar besar yang memasok masuknya narkoba di Maluku tidak pernah terungkap.

Aparat kepolisian yang terlibat sebagai pengedar justru diberikan hukuman ringan, sebaliknya jika warga sipil yang hanya pemakai saja, diberikan hukuman berat. Padahal penerapan aturan tidak kenal diskriminasi, semua orang sama dimata hukum. Hukum harus tajam untuk semua warga, bukan tajam kebawah hanya menyentuh level masyarakat sementara tumpul keatas, dan kurang menyentuh kaum pejabat.

Belum lagi, para jaringan sendikat narkoba sepertinya susah tersentuh hukum, mereka semakin bergerilya di Provinsi Maluku, apalagi letak geografis provinsi ini bercirikan kepulaun dan berbatasan dengan negara tetangga seperti Australia, Timur Leste dan Papua Nugini, berimplikasi tingginya tingkat kerawanan kejahatan Narkoba.

Hasil Hasil Survey yang dilakukan oleh BNN RI bekerjasama dengan Puslitkes Universitas Indonesia, dimana Provinsi Maluku tahun 2015 lalu, menempati posisi ke­-7 dengan jumlah penyalahgunaan Narkoba sebanyak 27.940 jiwa dari jumlah populasi sebanyak 1.168.800 jiwa.

Daya rusak narkoba sangat luar biasa, yakni merusak karakter manusia, baik fisik maupun keimanan, dan berlangsung dalam jangka panjang akan berpotensi mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. Kejahatannya sangat terorganisir dan menjadi sebuah ancaman besar, sehingga membutuh penangganan yang serius baik dari pemerintah, stakeholder, aparat penegak hukum, BNN maupun masyarakat sendiri.

Memberantas narkoba harus menjadi komitmen bersama, karena jika tidak, maka bukan tidak mungkin peredaran narkoba di Maluku semakin hari semakin meningkat dan mungkin saja tidak berada pada urutan ke-7 secara nasional.

Peran serta lingkungan dalam upaya Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menjadi sangat penting dan strategis, serta menentukan keberhasilan daerah ini mengatasi permasalahan tersebut.

Faktor lingkungan masyarakat diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat ikut menyatakan perang terhadap Narkoba melalui, upaya pencegahan penyalahgunaan dari tingkat pusat hingga daerah secara periodik dan berkelanjutan.

Peningkatan upaya terapi dan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, serta keberanian dari aparat penegak hukum, untuk mengejar dan menangkap pelaku baik bandar, pengedar maupun pengguna sangat diperlukan, disertai dengan sanksi hukum yang tegas, tidak pandang buluh, tidak diskriminasi. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon