Visi ›› Bendungan Way Apu

Bendungan Way Apu


Tak lama lagi bendungan Way Apu di Kabupaten Buru yang bakal menjadi bendungan terbesar di Malukumulai dibangun.

Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Maluku akan membangun Bendungan Way Apu dengan anggaran sebesar Rp 2,1 trilyun. Bendungan tersebut akan mulai dikerjakan akhir Desember 2017, dan diprediksi rampung pada 2022.

Bendungan yang akan dibangun ini, sebagai sarana infrastruktur pengendali banjir, penyedia air baku, air irigasi dan sekaligus sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air.

Selain mengaliri daerah persawahan seluas 10.000 hektar, bendungan ini juga bisa membangkitkan listrik sebesar 6 MW. Bendungan tersebut bertipe random batu dengan tinggi 55 meter berkapasitas 57,7 juta meter kubik.

Peran bendungan Way Apu memang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.  Bangunan yang dibangun untuk menampung dan menahan air inilah yang diharapkan dapat membantu para petani dalam kelancaran aktivitasnya.

Dalam dunia pertanian, tentunya peran bendungan ini sangat membantu kinerja petani dalam mengolah lahan pertaniannya. Proses irigasi akan berjalan pula ketika ketersediaan air tercukupi. Kebanyakan air yang akan dialirkan inilah sebelumnya akan ditampung oleh bendungkan, lalu akan alirkan melewati pintu air yang telah tersedia. Dari sinilah area persawahan, perkebunan dan lahan pertanian lainnya akan tumbuh subur.

Selain berfungsi untuk menampung air bersih, bendungan juga memiliki fungsi lain yaitu menjadi penahan banjir. Ketika curah hujan turun yang turun sangat tinggi, maka bendungan ini akan terisi oleh air hujan dan air yang berasal dari hulu.

Bendungan menjadi penampung air sementara, agar air yang berlebihan tidak akan masuk atau mengalir ke daerah persawahan. Ketika musim kemarau, bendungan akan kering, pun sebaliknya ketika hujan turun deras, bendungan ini akan terisi penuh oleh air. Saat sungai-sungai maupun saluran irigasi mulai surut, air dalam bendungan akan dialirkan kembali ke sungai-sungai maupun saluran irigasi tadi.

Khusus di Kabupaten Buru yang merupakan daerah persawahan, tentunya keberadaan Bendugan Way Apu berfungsi sebagai penyedia air yang cukup dan stabil untuk menjamin produksi padi.

Tanaman padi merupakan tanaman yang banyak membutuhkan air, khususnya pada saat tumbuh harus selalu tergenangi air. Agar produktivitas padi dapat efektif dalam satu satuan luas lahan, maka dibutuhkan pasokan air yang cukup melalui saluran irigasi dari Bendungan Way Apu.

Mengingat begitu pentingnya peranan Bendungan Way Apu maupun saluran irigasi pendukungan maka kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan pengairan di Kabupaten Buru harus diikuti dengan perluasan jaringan irigasi.

Semoga  keberadaan Bendungan Way Apu yang akan beroperasi di tahun 2022 nanti, bisa menjadikan Kabupaten Buru sebagai lumbung pangan di timur Indonesia. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon