Daerah ›› Bencana Melanda Sejumlah Wilayah

Bencana Melanda Sejumlah Wilayah


Akibat tingginya curah hujan sejumlah wilayah di Maluku dilanda bencana alam. Banjir, longsor, pohon tumbang dan sejumlah infrastruktur seperti talud penahan ombak patah, serta sejumlah jembatan ambruk terjadi di Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala BPBD Kota Ambon, Demy Paays dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Sabtu (8/6) menjelaskan, hujan deras yang melanda Kota Ambon, sejak 1-8 Juni mengaki­batkan longsor terjadi di 31 titik, yang tersebar di kawasan Waiheru,  STAIN Batu Merah, Air Kaki Setan, Kelurahan Batu Meja, Kopertis Negeri Soya, Waelela Rumah Tiga, Kebun Cengkeh Desa Batu Merah, Bere-Bere Kelurahan Batu Meja, Karpan Kelurahan Amantelu,  Kelu­rahan Batu Gajah, Kayu Tiga Negeri Soya, Gunung Malintang Hative Kecil, Negeri Hatalai, Batu Gantung Kelurahan Kudamati, Kelurahan Karang Panjang, Kelurahan Ben­teng, Kelurahan Waihoka, Benteng Atas dan Batu Bulan Batu Gajah.

Sedangkan pohon tumbang mengakibatkan rumah rusak total atau rusak berat sebanyak dua unit, rusak sedang 2 unit,  rusak ringan empat unit,  dan yang terancam 27 unit.

Di Kabupaten Seram Barat Barat, tiga jembatan ambruk pada Kamis (6/6), akibat luapan air sungai. Tiga jembatan tersebut yaitu, Jembatan Wai Kaka Desa Tala Kecamatan Amalatu, Jembatan Wai Narri Desa Wasia Kecamatan Elpaputih dan Jembatan Wai Ka­puti yang menghubungkan Keca­matan Taniwel  dan Taniwel Timur .

Putusnya tiga jembatan terse­but, menyebabkan jalur trans­portasi lintas Seram utamanya jalur ke Masohi Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Seram Bagian Barat lumpuh total.

Tak hanya itu, mobil Avanza Veloz DE 1574 AE yang dikendarai Topilus Tuaputimain tercebur ke sungai akibat ambruknya Jem­batan Wai Narri, pukul 04.00 WIT Kamis, (6/6) pagi.

Warga Kamarian, Kabupaten Se­ram Bagian Barat berusia 42 tahun itu, yang ikut tercebur, selamat se­telah keluar dari mobil dan berenang ke tepian suangai Wai Narri. Namun mobil yang dikendarainya sampai sekarang tidak ditemukan lantaran terbawa arus sungai.

Menurut Kapolsek Teluk Elpa­putih, AKP A Bakarbessy, penca­rian sudah dilakukan pihaknya bersama warga setempat, namun hasilnya nihil.

Bupati SBB, Yasin Payapo me­ngaku, sudah berkoordinasi de­ngan Dinas PU dan Balai Pelak­sana Jalan Maluku untuk membuat jembatan darurat.

“Saya sudah koordinasi dengan dinas teknis untuk langkah per­tama kita bikin jembatan darurat dulu. Jika ini tidak dilaksanakan, aktivitas lumpuh total, tertutama perekono­mian di kawasan Seram dan sekitarnya lumpuh,” ujar Payapo.

Pemerintah Kabupaten SBB bersama dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Maluku, Kres Lasmono pada Jumat (7/6) meninjau ketiga jembatan yang putus tersebut.

Lasmono yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan  tanggap darurat de­ngan mendatangkan beberapa eksa­vator untuk menormalisasi air sungai Kali Nari, Wai Kaka, dan Wai Kaputih guna mengurangi debit air.

“Bencana yang terjadi ini tidak kita hendaki,  tapi penyebab bencana tersebut karena tingginya curah hujan akibatnya air sungai meluap dan mengakibatkan kerusakan pada jembatan,” jelas Lasmono.

Menurut Lasmono, jembatan yang paling parah mengalami kerusakan yakni Wai Kaka karena terjadi penurunan oprit.

Sementara di Maluku Tengah, sebanyak 180 unit rumah warga terendam banjir pada Selasa (5/6). Ratusan rumah warga itu terendam banjir setinggi lutut orang dewasa di tiga RT Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai dan satu dusun di Kilometer 12, Kecamatan Amahai.

Kepala BPBD Maluku Tengah, Bob Rahmat mengaku, banjir mengancam hampir seluruh rumah warga di Kecamatan Holo. Hal itu dikarenakan luapan Sungai Wai Holo, Sungai Wai Jena dan Sungai Banda Lama.

“Kita melakukan penanganan secepatnya dengan mengevakuasi warga saat itu juga. Ya kita ber­syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Rahmat.

Di Kabupaten Buru, sedikitnya tiga desa terendam banjir akibat luapan Sungai Waeapo pada Jumat (7/6). Tiga desa itu yakni Unit R (Waeleman), Utramalahin dan Air Mandidi.

Kepala BPBD Buru, Hadi Zul­karnaen mengaku, banjir yang merendam tiga desa itu tidak berlangsung lama, lantaran air sungai cepat surut.

Sementara itu, intensitas hujan yang tinggi hingga Minggu (9/6), mengakibatkan Jembatan Wai­mau di poros jalan provinsi pada Keca­ma­tan Batabual, Kabupaten Buru yang merupakan penghu­bung an­tara Kecamatan Batabual-Namlea jebol.

Jebolnya jembatan tersebut akibat meluapnya kali Waimau, sehingga aktivitas  masyarakat lumpuh total. Kini wilayah Keca­matan Batabual terisolasi dika­renakan jalur laut juga saat ini mengalami gelombang tinggi.

Salah satu warga Batabual, Wan mengaku jembatan Waimau me­rupakan alat vital penghubung di kecamatan itu.

Wan meminta kepada pemerin­tah kabupaten maupun provinsi untuk segera mengambil langkah secepatnya, sehingga masyarakat di daerah tersebut dapat beraktivitas seperti biasa. (S-27/S-31/S-36/S-48/S-45/S-39/S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon