Hukum ›› Beli Sabu, Tukang Ojek Diganjar 5 Tahun Penjara Pramuria Karaoke Diadili

Beli Sabu, Tukang Ojek Diganjar 5 Tahun Penjara


Ambon - Winand Said Barends diganjar lima tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (19/1). Ia terbukti memiliki Narkotika jenis sabu. Lelaki yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek ini juga dihukum membayar denda Rp 800 juta, subsider enam bulan kurungan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim, yang diketuai Herry Setiabudy didampingi hakim anggota Jemmy Wally dan Asmo Siahaan itu sama dengan tuntutan JPU Kejari Ambon, Ketty Lesbassa.

Terdakwa terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Terdakwa secara sah membeli, memiliki dan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu,” tandas Setiabudi.

Saat mendengarkan vonis majelis hakim itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukum, Dessy Halauw nampak tenang, ia sesekali menundukan kepalanya. JPU maupun penasehat hukum menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut.

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap pada tanggal 11 Desember 2016 lalu. Saat itu, ia ingin memakai sabu. Kemudian terdakwa menelepon rekannya Sumitro, untuk membeli satu paket.

Tak lama kemudian, transaksi dilakukan di depan Kantor Lapas Klas IIA Ambon. Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta untuk memperoleh satu paket  sabu tersebut.

Namun sepak terjang terdakwa sudah terpantau oleh anggota Satresnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.  Usai melakukan transaksi, terdakwa langsung diamankan bersama barang buktinya berupa satu paket sabu seberat 0,10 gram yang dikemas dalam plastik bening. Sementara Sumitro hingga kini masih DPO.

Pramuria Diadili

Pramuria Karaoke Nikita, Lia Constiany alias Ica harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (19/4) atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan itu, dipimpin majelis hakim yang diketuai Philip Pangalila, didampingi hakim anggota Mathius dan Esau Yorisetou. Sementara terdakwa didampingi penasehat hukum, Djidon Batmalolin dan rekan.

JPU Kejari Ambon, Inggrid Louhenapessy dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa ditangkap di kamar kosnya di belakang Kantor BRI di Jalan AY Patty, Kecamatan Sirimau pada Selasa, 10 Januari 2017 lalu saat hendak memakai sabu.

Aksi terdakwa sebelumnya telah tercium oleh personil Satresnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pp Lease yang mendapatkan informasi dari informan.

Setelah mengantongi informasi itu, sekitar pukul 19.20 WIT, dua anggota Satresnarkoba langsung mendatangi kamar kos terdakwa dan melakukan penggebrekan.

Terdakwa tak berkutik saat diinterogasi soal sabu-sabu yang dimilikinya. Ia lalu  mengambil satu paket  sabu yang berada di dalam saku celana panjangnya dan menyerahkan kepada kedua anggota Satresnarkoba tersebut.

Perempuan 23 tahun ini mengaku, sabu seberat 0,095 gram itu, dibeli dari salah satu warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau, bernama Ayah Hamid seharga Rp 500 ribu. Hamid saat ini menjadi DPO.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon