Politik ›› Bawaslu Belum Terima Laporan Pelanggaran

Bawaslu Belum Terima Laporan Pelanggaran


Ambon - Bawaslu Maluku sampai saat ini belum menerima laporan menyangkut pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada saat proses pemungutan suara Pilkada Maluku putaran kedua, Sabtu (14/12).

Hal ini diungkapkan oleh Pimpinan Bawaslu Maluku, Lusia Peilouw kepada Siwalima diruang kerjanya, Senin (16/12).

Dijelaskan, sampai dengan saat ini belum ada laporan dari Panwaslu Kabupaten/Kota kepada Bawaslu. “Jadi sejauh ini belum ada laporan temuan pelanggaran yang masuk ke Bawaslu, kalaupun ada itu sudah ditangani oleh Panwaslu, dan pelanggaran yang ada tidak terlalu berat,” katanya.

Kendati begitu, Peilouw menjelaskan, Panwaslu di Kabupaten SBT dan Malteng telah merekomendasikan pemungutan suara ulang di TPS Malteng dan SBT.

 “Memang ada pelanggaran yang ditemukan di TPS Desa Angar Kabupaten SBT dan TPS 5 Dusun Olong, Desa Sawai Kabupaten Malteng namun sudah ditindaklanjuti oleh Panwaslu setempat dengan mengeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang,” jelasnya.

Menurutnya, sampai dengan saat ini pihaknya belum memperoleh laporan pelanggaran apapun dari jajaran pengawasan di tingkat bawah mengenai pelanggaran yang begitu berat dan harus dibuat rekomendasi, yang ada hanya pelangaran yang tidak cukup signifikan dan itu bisa ditangani oleh Panwaslu.

“Jika memang ada pelanggaran berat pastinya akan dibuat dalam bentuk laporan untuk disampaikan ke Bawaslu, tetapi sejauh ini belum, pelanggaran yang ada bisa diselesaikan oleh Panwaslu,” ungkapnya.

Senada dengan Peilouw, Ketua Panwaslu Kabupaten MBD Oyang Petrus kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (16/12), menjelaskan saat pencoblosan sampai dengan saat ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada saat pencoblosan.

“Kita maksimal melakukan pengawasan di delapan kecamatan yang ada namun tidak ada terjadi pelanggaran seperti mobilisasi masa atau pencoblosan sebanyak dua kali dan sebagainya itu tidak ada sama sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Ambon, Paulus Titaley mengatakan pihaknya menemukan pelanggaran saat pencoblosan di TPS 1, 2 dan 3 Desa Latuhalat karena tidak ada tinta namun akhirnya bisa ditutupi dari TPS yang berdekatan. (S-37)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon