Hukum ›› Baru 14 Berkas Dilimpahkan, Kejati Diingatkan tak Diskriminasi

Baru 14 Berkas Dilimpahkan, Kejati Diingatkan tak Diskriminasi


Ambon - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terus diingkatkan tidak diskriminasi dalam penanganan kasus korupsi dana asuransi DPRD Malra periode 1994-1999.

Pasalnya sampai sekarang pasca putusan pengadilan terhadap dua orang anggota DPRD Malra, yakni Hironimus Renyut dan Tony Karel Retraubun, baru 14 tersangka yang diperiksa dan berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan, sementara sisanya masih berkeliaran menghirup udara bebas.

"Mau menegakkan hukum harus serius. Jangan hukum itu hanya tajam bagi orang lain, dan juga tumpul bagi orang lain. Artinya tajam bagi orang-orang tidak ada jabatan sedang tumpul bagi yang sementara memegang jabatan itu maksud saya," ungkap Praktisi Hukum Cosmos Refra kepada Siwalima, Sabtu (28/5).

Selaku mantan Kuasa Hukum Hironimus Renyut yang telah lebih dulu divonis Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Refra berharap pihak kejaksaan tidak tebang pilih.

Menurutnya, dengan kewenangan yang ada pada kejaksaan, seharusnya tersangka lain yang belum ditahan dapat segera ditahan. "Kejaksaan tidak perlu untuk menunggu waktu melalui pemanggilan berulang-ulang. Tinggal bagaimana proses berjalan dan dengan wewenang yang melekat pada jaksa penahanan dilakukan sehingga tidak terkesan jaksa tebang pilih," terang Refra.

Berkas 14 tersangka kasus dugaan korupsi dana asuransi DPRD Kabupaten Malra telah dilimpahkan ke PN Ambon, Selasa (24/5).

Ke-14 berkas tersangka yang dilimpahkan masing-masing Moses Savsavubun, Yohanis Wee, Fabianus Leo Rahanubun, Ruland Jufri Betaubun, Engelbertus Janwarin, Petrus Renyaan, Oscar Thontji Ohoiwutun, Alexander Wiliam Rahandra, Paulus Vence Topatubun, Nelson Kadme, Musa M. Kwaitota, Herman Refra, Juliana M. Komnaris dan HS Abdurahman. (S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon