Daerah ›› Bantuan BBR Rp 10 Juta tak Cukup Bangun Rumah Korban Bencana

Bantuan BBR Rp 10 Juta tak Cukup Bangun Rumah Korban Bencana


Ambon - Korban bencana alam di berbagai lokasi di Kota Ambon menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk membangun rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan saat terjadi bencana alam pada bulan Juni dan Agustus 2010 lalu.

Salah satu warga korban bencana longsor yang rumahnya hancur di Batu Gantung Kelurahan Kudamati Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Beny Soumokil kepada Siwalima di Ambon, Rabu (1/9) menegaskan warga korban bencana alam butuh bantuan nyata bukan hanya janji, apalagi puluhan Kepala Keluarga (KK) masih berada di pengungsian seperti tenda-tenda yang tidak layak serta rumah warga.

Ia mempertanyakan bentuk koordinasi yang dilakukan Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku, karena korban bencana alam sudah memiliki data surat keputusan Walikota Ambon Nomor 1051 tahun 2010 tentang penetapan nama penerima bahan bangunan rumah BBR bagi korban bencana alam di Kota Ambon tertanggal 16 Juli 2010.

Dijelaskan, pihaknya telah mendapat informasi dari salah satu staf Dinas Sosial Provinsi Maluku, yang meyebutkan bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) yang akan diterima korban bencana alam bersifat stimulan dan disamakan dengan korban kerusuhan tahun 1999 yaitu sebesar Rp 10 juta/KK.

"Ini sungguh tidak rasional apabila jumlah BBR sebesar Rp 10 juta/KK. Kami meminta agar hal tersebut dipertimbangkan jika benar korban bencana hanya diberi BBR yang jika diuangkan sebesar Rp 10 juta/KK, karena bahan-bahan bangun rumah mahal seperti saat ini," jelasnya.

Menurutnya, bantuan BBR sebesar Rp 10 juta sangatlah tidak mencukupi untuk memperbaiki rumah yang hancur, apalagi untuk proses relokasi karena warga yang memiliki rumah di daerah rawan harus mencari daerah baru yang tentunya memerlukan biaya lagi untuk membeli tanah guna membangun rumah.

"Memang sangat memprihatinkan nasib korban bencana alam seperti di Batu Gantung karena lokasi pengungsi saja dibangun sendiri oleh korban bencana dengan biaya sendiri dan janji pemerintah untuk membangun barak-barak bagi pengungsi korban bencana tidak pernah direalisasi," ungkapnya.

Dijelaskan, berdasarkan penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon menyatakan rumah yang akan dibangun bagi korban bencana alam di Kota Ambon bertipe 36 dengan catatan, warga memiliki tanah sendiri serta janji dari Dinas Sosial Kota Ambon akan dibangun barak pengungsi namun hingga saat ini janji tersebut tidak pernah direalisasikan dan pengungsi harus rela berdesak-desakan di tenda yang dibangun warga. (S-26)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon