Daerah ›› Balai Sungai Terkendala Status Darurat Pasca Jebolnya Bendungan Way Bini

Balai Sungai Terkendala Status Darurat


Ambon - Hingga saat ini, belum ada penanganan lanjut terkait jebolnya Bendungan Way Bini, Savana Jaya, Kabupaten Buru dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku. Pasalnya, Penanganan tersebut terken­dala lambatnya Pemkab Buru dalam memproses status darurat bencana oleh Bupati.

“Kami tidak bisa melakukan upaya penanganan kalau statusnya darurat bencananya belum dikeluarkan Bupati Buru. Jadi kami masih menunggu status daruratnya ada dulu baru bisa kami tetapkan langkah-langkah untuk penanganan,” kata PPK Operasi dan Pemeli­haraan I Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Sutiono kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (10/2).

Walaupun belum ada status darurat bencana yang dike­luarkan bupati, Sutiono me­mastikan staf BWS tetap berada di lapangan untuk tetap memantau kondisi disana.

“Kami tetap punya staf yang berada disana untuk memantau kondisi disana, sambil  menu­nggu status darurat bencana dari Bupati, karena kami baru bisa melakukan upaya pena­nganan kalau statusnya sudah ada dari Bupati,” jelasnya.

Sementara itu, Sutiono sendiri masih menunggu arahan dari Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, tentang langkah-langkah penanganan bendungan tersebut.

“Hasilnya belum saya dapat. Memang hari ini Satker kami sudah membahas di Jakarta de­ngan Dirjen Sumber Daya Air Ke­menterian PUPR, namun belum ada arahan seperti apa yang diberikan untuk pena­nganan. Hal ini karena, terkait dengan penganggaran untuk penanganan bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga saat ini Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Maluku belum menerima laporan resmi ataupun tertulis terkait dengan masalah jebolnya bendungan Way Bini.

“Saya belum terima laporan resminya, mungkin BPBD di Buru masih sibuk, atau masih fokus dengan kejadian tersebut, sehingga belum laporkan ke kita,” kata Kepala BPBD Pro­vinsi Maluku, Farida Salam­pessy kepada Siwalima, Rabu (10/2) melalui telepon selulernya.

Walaupun belum menerima laporan resmi, Salampessy tetap memantau kondisi di sana. Namun, sayangnya belum ada langkah-langkah yang akan dilakukan oleh BPBD karena untuk menempuh langkah-langkah penanggulangan ben­cana di daerah tersebut, harus­lah didasarkan pada laporan resmi yang akan diberikan oleh BPBD Kabupaten Buru nantinya.

Sebelumnya diberitakan, Bendungan Way Bini, Savana Jaya, Kabupaten Buru jebol akibat diterjang banjir bandang, Selasa (9/2) Pukul 04.35 WIT, akibatnya 396 Hektar sawah tak dapat dialiri air.  Jebolnya bendungan tersebut disebab­kan terjadinya hujan dengan inte­sitas sedang-lebat sejak pukul 01.40-05.40 WIT.  (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon