Kesra ›› Balai Karantina Dorong Rempah Maluku Rajai Pasar Dunia

Balai Karantina Dorong Rempah Maluku Rajai Pasar Dunia


Ambon - Dengan diresmikannya tempat pemeriksaan lain bagi komoditas pala di Ambon untuk  percepatan ekspor pala agar dapat memenuhi persyaratan yang diminta negara mitra dagang, maka Balai Karantina Pertanian Ambon akan mendorong kembali rempah-rempah asal Maluku untuk merejai pasar dunia.

“Kita dorong kembali rempah-rempah kita di Maluku untuk merajai pasar rempah-rempah dunia,” janji Kepala Karantina Pertanian Ambon, Aris Hadiyono saat acara pelepasan ekspor komoditas Pala organik, kayu manis organik, cengkeh organik di Stasiun Karantina Pertanian Ambon, Selasa (30/4).

Dijelaskan, berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST diwilayah kerjanya, tercatat ekspor Pala di tahun 2004-2015 ke Belanda melalui Surabaya, ekspor ini berhenti di tahun 2016 hingga saat ini.

Sementara potensi komoditas pertanian unggulan asal Provinsi Ambon yang tercatat selain Pala adalah plywood, kenari, kopra dan produk olahan sawit berupa CPO dan VCO. Bahkan direncanakan dalam waktu empat bulan kedepan juga akan dilakukan ekspor terhadap komoditas unggulan Maluku lainnya.

“Komoditas unggulan lainnya yang akan diekspor dalam waktu dekat ini, seperti bubuk pala organik, pala organik bulat, kopra, plywood, dan lainnya dengan harapan, ekspor kali ini dapat meningkatkan nilai ekspor sebesar 15%,” ujar Aris,

Pada kesempatan itu, kata Aris juga dilakukan penyerahan PC atau surat kesehatan tumbuhan oleh Kepala Barantan kepada eksportir pala organik, PT. Kamboti. Sejalan dengan program pemerintah dalam mendongkrak ekspor komoditas pertanian, Barantan juga menyiapkan program Agro Gemilang dengan menggalakan ekspor komoditas pertanian oleh generasi milenial.

Program ini bertujuan untuk mempersiapkan para petani muda memasuki pasar ekspor. Percepatan layanan sekaligus lakukan pendampingan persyaratan sanitary dan phytosanitary bagi eksportir agar produk pertanian dapat langsung diterima di negara tujuan.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mendorong ekspor pala organik dari Maluku. Untuk itu, tempat pemeriksaan lain untuk komuditi tersebut harus disiapkan.

Hal ini diwujudkan melalui peresmian tempat pemeriksaan lain bagi komoditas pala di Ambon dan ini pertama kali, sehingga diharapkan, dapat mendorong percepatan ekspor Pala agar dapat memenuhi persyaratan yang diminta negara mitra dagang.

“Permintaan ekspor komoditas pala berupa bijinya sebanyak 83 ton dan bunganya sebanyak 60 ton dengan total nilai ekspor Rp 24 miliar,” tandas Kepala Barantan Ali Jamil, saat meresmikan sekaligus melepas ekspor komoditas Pala organik, kayu manis organik, cengkeh organik di Stasiun Karantina Pertanian Ambon, Selasa (30/4).

Negara tujuan ekspor komoditas tersebut kata dia, adalah Belanda, Dubai dan India. Selain itu juga dilakukan penyerahan bibit pala organik bagi petani di Ambon dari Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian. Sementara tempat pemeriksaan lain diperlukan untuk percepatan layanan tindakan karantina bagi komoditas tumbuhan yang akan dilalulintaskan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon