Daerah ›› Badar Momentum Tingkatkan Kreativitas dan Potensi Anak

Badar Momentum Tingkatkan Kreativitas dan Potensi Anak


Ambon - Baku Dapa Anak dan Remaja (Badar) merupakan, momentum untuk meningkatkan kreativitas dan potensi anak dan remaja sebagai masa depan gereja yang harus disiapkan sejak usia dini.

“Badar mesti dilakukan sebagai tanggung jawab menyiapkan anak-anak  dalam rangka membangun generasi masa depan, karena ini adalah momentum untuk meningkatkan kreativitas dan potensi anak, sehingga untuk menyiapkan generasi masa depan gereja, diharapkan untuk membentuk generasi berkualitas,” jelas Ketua Klasis GPM Kota Ambon, Pendeta N.J Rutumalessy dalam arahannya, saat membuka  Badar tingkat Klasis GPM Kota Ambon, yang berlangsung di Wisma Gonzalo, Jumat (8/6) dan digelar selama tiga hari.

Anak-anak kata Rutumalessy, bertumbuh disatu masa dimana mereka mengalami kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sekali. Dan itu membuat banyak aspek-aspek kebaikan yang selama ini diharapkan, menjadi milik anak-anak bisa saja terusir, sehingga tema kegiatan ini yakni, kebersamaan, kedamaian dan kepedulian, adalah hal-hal yang bisa saja kemudian hilang ketika anak-anak terjebak pada masa dimana handphone dan smartphone justru menjadi teman, bukan sesama. “Ini tidak bisa kita kerjakan sendiri. Kita semua mesti turut bertanggungjawab melakukannya. Bahkan beban pembinaan anak dan remaja presentasenya sangat kecil diberikan jemaat, dibanding beban lainnya yang diberi ruang besar. Padahal itu sangat penting. Karena itu, tidak ada cara lain. Kami berharap dukungan positif majelis jemaat dan semua orang supaya ini bisa bertumbuh dan menjadi anak berkualitas,” ujarnya.

Rutumalessy menambahkan, anak-anak harus manfaatkan ini dengan maksimal, supaya tidak saja mendapatkan 16 orang terbaik sebagai perwakilan ke Badar tingkat Sinode di Kabupaten MBD, tetapi mendapatkan anak remaja yang secara kualitas, lebih tinggi tingkat pemahaman dan spiritualitas serta tipikal pengabdian yang kuat sebagai generasi muda masa depan gereja.

Sementara itu, Wakil Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta P. Refialy menegaskan, kegiatan Badar harus disambut dengan sukacita oleh anak remaja dan pengasuh. karena Badar merupakan kesadaran gereja bahwa, umat Tuhan harus dibentuk sejak anak-anak

“Sebagai anak bangsa, punya rencana jangka panjang. Apalagi pemerintah sudah menerapkan program jangka panjang, ada sebuah generasi emas yang pada waktunya akan memimpin bangsa ini secara bermartabat, sehingga kenapa kegiatan semacam ini dilakukan, karena kita ingin melaksanakan misi Allah di dunia ini dan jangan dilihat sebatas seremonialitas,” katanya.

Diharapkan, kegiatan ini akan melahirkan anak-anak berkualitas dan memiliki spiritualitas tinggi lewat materi yang disajikan sebagai ujung tombak gereja dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ricky Maulany dalam laporannya mengatakan, anak harus mendapatkan tempat, ruang dan waktu untuk  mengekspresikan potensi yang ada, sehingga ada 14 pojok atau mediasi pembelajaran bagi anak itu sendiri.

14 pojok tersebut, kata dia,  yakni IT, fotografi dan jurnalistik, bisnis atau kewirausahaan, Art (musikalitas dan puisi), musik dan vokal, dance, publik speaking, tanaman hidroponik, cinta lingkungan dan pengolahan sampah, mata hati atau konseling sebaya, riset, cinta bahari, kuliner serta pangan lokal bahkan model. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon