Pendidikan ›› Assagaff akan Pantau UNBK di SMAN 1

Assagaff akan Pantau UNBK di SMAN 1


Ambon - Gubernur Maluku Said Assagaff di­jadwalkan akan memantau sekaligus membuka pe­laksanaan Ujian Nasio­nal Berbasis Kompu­ter (UNBK) di SMAN 1 Ambon, hari ini Senin (10/4).

Pembukaan tersebut juga menandai pelaksanaan secara serentak UN tingkat SMA/MA yang diikuti 23.674 siswa se-Maluku.

Selain Gubernur, beberapa pejabat pun dipastikan menghadiri UNBK maupun UN berbasis tertulis. Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua pantau di SMAN 11 Ambon, Sekda Maluku Hamin bin Thahir di SMAN 13 Ambon. Sementara Caretaker Walikota Ambon FJ Papilaya akan membuka sampul ujian di SMAN 2 Ambon.

Ketua Panitia Ujian Nasional Maluku yang juga Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Dikbud Provinsi Maluku Nus Kesaulija menjelaskan, pihaknya telah melakukan konfirmasi dengan berbagai pihak, agar ujian nasional bisa berjalan dengan aman.

Khusus untuk sekolah-sekolah yang menggunakan komputer, tidak perlu khawatir, karena menurutnya, mereka telah berkoordinasi dengan pihak PT PLN Maluku Malut.

“Berbagai kesiapan telah kita lakukan, selain distribusi soal ujian, untuk yang UNBK tidak perlu khawatir karena kita telah berkoordinasi de­-ngan pihak PLN, agar tidak terjadi pemadaman lampu saat ujian berlangsung,” jelas Kesaulija kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (8/4).

Sama halnya dengan SMK, menurut Kesaulija untuk SMA/MA juga akan diujiankan tiga mata pelajaran utama Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris.

“Mata pelajaran yang diujiankan sama dengan SMK yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris,” ungkapnya.

Kesaulija merincikan 23.674 siswa tersebut terdiri dari 19.683 siswa dari 289 SMA/MA yang mengikuti ujian kertas, sementara untuk UNBK sebanyak 3.991 siswa dari 24 SMA/MA.

“Nanti ada 23.674 siswa SMA yang ikut Ujian Nasional. Sebanyak 3.991 siswa diantaranya  ikut UNBK, sementara 19.683 siswa menggunakan ujian kertas,” rincinya.

Menurutnya, dari seluruh kabupaten di Maluku, masih ada beberapa kabupaten yang belum memberlakukan ujian berbasis komputer, antara lain Kabupaten Buru, Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Maluku Barat Daya. “Masih ada kabupaten yang belum menyelenggara­kan UNBK di sekolah mereka karena masih terbatasnya komputer. Kita berharap kedepannya seluruh sekolah di semua kabupaten bisa ikut ujian berbasis komputer,” ungkapnya.

Kota Ambon sendiri jelasnya, merupakan daerah jumlah siswa terbanyak yang mengikuti UNBK. Dari 39 SMA/MA di Kota Ambon sebanyak 9 SMA/MA menggunakan sistem UNBK sementara 30 SMA/MA masih menggunakan kertas.

Siap Ikut

Sementara itu, sebanyak 225 siswa SMAK YPKPM Urimessing siap mengikuti UNBK.  Namun karena pihak sekolah hanya menyediakan 75 unit komputer maka proses ujian dilaksanakan dalam tiga sesi untuk masing-masing mata pelajaran.

Kepala SMAK YPKPM Urimessing E Laturiuw kepada Siwalima di ruang kerjanya, Sabtu (8/4) mengaku para siswa telah siap melaksanakan UNBK.

Dijelaskan, persiapan untuk ujian dilakukan sejak bukan Februari lalu dengan melaksanakan try out bagi mata pelajaran untuk ujian sekolah maupun UNBK.

“Saya pikir tidak ada keraguan lagi dari sekolah untuk melaksanan UNBK tahun 2017 karena mulai dari tryout sampai dengan persiapan akhir pun sudah dilaksanakan,” kata Laturiuw.

Sebelum ujian pun para siswa sudah melihat ruangan masing-masing dan juga diajarkan bagaimana mengoperasikan komputer.

Ia menambahkan, Saat ujian siswa dibagi dalam tiga sesi dalam satu hari yakni sesi pertama pukul 07.30-09.30 WIT, sesi kedua 10.30-12.30 WIT, sesi ketiga 13.30-15.30 WIT. (S-43/S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon