Hukum ›› Anggota Polisi Pemilik Air Raksa Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Anggota Polisi Pemilik Air Raksa Dituntut 2,6 Tahun Penjara


Ambon - Anggota Polsek Leihitu, Brigpol Rahim Tomia di­tuntut 2,6 tahun penjara atas kepemilikan air raksa dalam sidang di Peng­a­dilan Negeri Ambon, Senin (19/3).

Terdakwa kepemilikan 100 botol air raksa itu juga dituntut membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Kami minta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menghukum ter­dak­wa 2,6 tahun penjara dan mem­bayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan ku­rungan,” tandas JPU Kejari Am­bon,Inggrid Louhe­nape­ssy saat membacakan tuntu­tan.

Terdakwa terbukti memiliki dan menyimpan air raksa tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pa­sal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5)  UU No­mor 4 tahun 2014 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

JPU juga meminta agar barang bukti dirampas oleh negara dan atau diserahkan ke Dinas ESDM Provinsi Ma­luku.

Usai mendengarkan tuntu­tan, majelis hakim yang dike­tuai Jenny Tulak didampingi Esau Yorisetouw dan Hamzah Kailul menunda sidang hi­ngga pekan depan dengan agen­da mendengarkan pem­be­laan.

Sebelumnya dalam dak­waan JPU Kejari Ambon, Inggrid Louhenapessy me­nga­takan, pada Kamis, (21/9) 2017 lalu, sekitar pukul 10.45 WIT, anggota Polsek Kawa­san Pelabuhan Yos Sudarso menerima informasi Brigpol Rahim Tomia hendak menye­lundupkan air raksa hasil olahan dari batu sinabar ke Manado melalui KM Permata  Bunda.

Terdakwa yang adalah ang­gota Satuan Lalu Lintas Pol­sek Leihitu ini, saat tiba di Pe­labuhan Yos Sudarso, lang­sung diamankan dengan ba­rang bukti sebanyak 100 botol air raksa yang dikemas dalam karton, yang mana setiap botol beratnya 1 Kg. Selan­jutnya lelaki 30 tahun ini di­bawa ke Polres Ambon. Sete­lah interogasi ia mengaku, mendapatkan air raksa itu dari La Misi Sunaidy.

Keesokan harinya, Jumat (22/9), anggota kemudian me­ngontak Sunaidy dan ber­pura-pura memesan lagi air raksa. Warga Dusun Waila­pia, Larike, Kecamatan Leihitu ini begitu yakin, dan langsung menuju ke Pelabuhan Slamet Riyadi.

Tiba di pelabuhan sekitar pukul 14.30 WIT, lelaki 35 ta­hun ini langsung digeledah dan ditemukan air raksa sebe­rat 13 Kg yang diisi dalam botol oli motor Yamalube kosong, yang disimpan di dalam jok sepeda motornya. Dalam kasus ini, terdakwa Sunaidy sudah divonis majelis hakim 2 tahun penjara dan sementara menjalani hukumannya di Lapas Klas II A Ambon. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon