Kriminal ›› Aksi Preman Anggota Ditreskrimsus Berujung di Propam Todongkan Pistol & Aniaya Warga

Aksi Preman Anggota Ditreskrimsus Berujung di Propam


Ambon - Anggota Ditreskrimsus Polda Maluku, Ipda Junus Sairlela dilaporkan ke Propam, menyusul aksi premannya meno­dong­kan pistol ke wajah Luis Fernando Palimbong dan menganiayanya hingga babak belur.

Akibat penganiayaan yang terjadi pada Senin (9/10) itu, korban mengalami luka robek pada lengan kanan, luka ro­bek pada pergelangan tangan kiri, lebam pada rahang kiri serta bengkak pada bagian ke­pala dan luka robek pada bibir atas bagian kiri.

Kepada wartawan, Rabu (11/10) warga Passo Air Besar, Kecamatan Baguala Kota Ambon ini, me­ngungkapkan, pe­ristiwa pe­ng­aniayaan tersebut berawal, pada Senin (9/10) sekitar pukul 17.00 WIT, dirinya bersama salah satu saudaranya menu­ju ke kawasan Air Besar ba­gian gunung dengan meng­endarai sepeda motor. Saat melintasi Lo­rong Teratai, ke­duanya ber­temu dengan bebe­rapa teman mereka. “Saat itu kita ber­canda dengan teman-teman yang ada di situ. Setelah itu, kami pergi,” ujar korban.

Saat tiba di samping rumah keluarga Parera, tiba-tiba Ipda Junus Sairlela yang mengen­darai mobil Avansa langsung menghadang sepeda motor yang ditumpangi korban dan saudaranya.

Ipda Junu turun dari mobil langsung mencabut pistol dari pinggangnya, dan meno­dong­­kan ke wajah korban. Tanpa basa basi, dia lang­sung menga­niaya korban dengan brutal.

“Saat saya dipukul, saya teriak pak saya salah, apa kalau salah saya minta maaf. Kata maaf ini berulang kali saya keluarkan, namun pelaku tak mau tahu terus menga­niaya saya, sampai ibu-ibu di sekitar itu yang lihat berteriak minta pelaku hentikan peng­aniayaan itu,” bebernya.

Walaupun warga sekitar sudah teriak minta hentikan penganiayaan itu, Ipda Junus tak menggubrisnya. Kemu­dian salah satu anggota polisi yang tinggal di kawasan ter­sebut bernama Bripka Pardi yang kebetulan melintas, langsung melerai tindakan brutal Ipda Junus.

“Setelah dilerai kemudian saya dibawa ke rumah sakit untuk obati luka saya, dimana pergelangan tangan kiri saya alami luka robek sehingga dapat lima jahitan dan lengan kanan saya tujuh jahitan,” ungkap korban.

Usai mendapat pengoba­tan, Ipda Junus mengajak kor­ban ke Polsek Baguala untuk menyele­saikan masalah ini secara da­mai. Saat di Polsek,  Ipda Junus juga marah-marah. Mungkin karena anggota ter­lalu lama membuat surat pernyataan, memuat dia naik pitam.

Ipda Junus dengan arogan­nya langsung masuk ke rua­ngan pemeriksaan dan mem­bentak anggota yang semen­tara membuat surat pernya­taan itu.

“Pelaku ini tiba-tiba masuk ruangan langsung katakana, saya ini perwira Polda Maluku, masa bikin saya seperti ini. Setelah katakan demikian pelaku langsung rampas kertas dan pena dari anggota Polsek dan membuat surat pernyataan sendiri dan suruh saya tanda tangani,” beber korban.

Namun korban tidak mau menandatanganinya, sebab keluarganya minta untuk pulang dan melaporkan kasus ini ke Propam Polda Maluku.

 “Kita laporkan kasus ini ke Propam pada hari itu juga pada malam hari dan laporan kita itu diterima oleh dua anggota ma­sing-masing pak Jefri Lina­na­sera dan pak Albert Lewrissa,” ungkap lelaki 21 tahun ini.

Sebagai masyarakat kecil, korban berharap Propam mem­proses kasus ini hingga tuntas.

Kabid Propam Polda Maluku, AKBP Agus Sutrisno yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya tadi malam membenarkan adanya laporan itu, dan se­mentara diproses. “Ini se­mentara kami ta­ngani. Mohon waktu. Intinya sudah dipro­ses,” ujarnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon