Politik ›› Akademisi : Tak Mungkin Richard Dapat Figur Selevel Sam

Akademisi : Tak Mungkin Richard Dapat Figur Selevel Sam


Ambon - Hingga saat ini, incumbent Walikota Ambon, Richard Louhanapessy belum juga menentukan pasangan wakil walikotanya. Richard masih sulit untuk mendapatkan figur selevel Sam Latuconsina yang telah mendampinginya selama lima tahun terakhir.

Akademisi FISIP Unpatti Said Lestaluhu menilai Richard sulit untuk mencari pasangan wakil walikota yang menyamai ketokohan Sam untuk bisa memperoleh kemenangan dalam pilkada 2017 mendatang.

Kepada Siwalima melalui telepon seluler, Lestaluhu, Jumat (4/3) menjelaskan kata kunci jika pasangan calkada maju dalam pertarungan pilka­da mau tidak mau harus menang.

“Kombinasi antara incumbent dan calon wakil walikota yang baru harus mengisi porsi elektabilitas yang dulu dimiliki saat Richard berpa­sangan dengan Sam. Apalagi kecenderungan pemilih di Kota Ambon agak unik bahwa dalam pendekatan basis pe­milih, terjadi persaingan ketat antara PDIP dan Golkar. Apalagi penentuan wakil di Ambon masih berdasarkan pertimbangan faktor agama,” jelasnya

Untuk menang dalam pil­kada nanti, katanya, Richard harus hati-hati memilih calon wakil walikota. Paling tidak ia harus memiliki kapasitas seperti Sam.

“Sam punya ketokohan ser­ta memiliki tingkat elekta­bilitas tinggi. Sam juga popu­ler dikalangan kaum muda serta basis politik yang luma­yan merata di seluruh penjuru kota,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Kota Ambon yang bercampur karak­teristiknya membutuhkan tokoh-tokoh yang diterima disemua pihak dan belum ada figur seperti  Sam yang diterima baik dalam organisasi kepemudaan birokrasi dan lingkungan politik.

“Misalnya saja, Richard memilih Lutfi Sanaky. Sebagai anggota DPRD ia memang agak menonjol tapi belum teruji tingkat keterpilihannya di Kota Ambon. Kemudian bila ada nama, Hamdani Laturua, ia sendiri menurut saya tidak terlalu menonjol dan basis pemilihnya hanya di daerah Laha dan sekitarnya saja,” ungkapnya.

Sebenarnya jelasnya, Rid­wan Marasabessy bisa menjadi pilihan yang bagus untuk mendampingi Richard karena hampir mendekati Sam ketokohannya. Namun sa­yang, kasus narkoba yang pernah menimpa ia saat duduk di DPRD akan menjadi pertimbangan masyarakat untuk memilihnya kembali.

“Variable utama calon wali­kota adalah orang enerjik karena kota Ambon adalah kota yang dinamis. Jadi butuh pimpinan yang inovatif dan bisa ber­akselerasi dengan baik dengan tokoh muda. Jika Richard salah menentukan wakil, Sam dan pasangan walikotanya memi­liki peluang untuk menang dalam pilkada kota lebih besar,” tegas Lesta­luhu.

Sementara Akademisi FISIP Unpatti, Johan Teuhayo menjelaskan meskipun Richard adalah seorang incumbent yang posisinya masih sangat kuat karena didukung oleh partai Golkar. Namun untuk memenangan pilkada, Richard harus menentukan wakil yang juga memiliki popularitas dan akseptablitas di mata masyarakat Ambon.

Apalagi Sam, sebagai pasa­ngan walikotanya dalam pilkada lima tahun lalu telah menyatakan diri cerai dan memilih calon walikota lain, Poly Kastanya untuk berpa­sangan.

“Richard harus memilih figur calon walikota yang memiliki popularitas tinggi dan telah melalui pertimba­ngan rasional dan proyektif dalam melihat perilaku politik pemilih di Kota Ambon sehinga bisa memenangkan pilkada,” jelasnya.

Dalam konteks itu, menurut Tehuayo maka peran Golkar akan sangat penting dalam menentukan calon wakil wali­kota untuk Richard melalui mekanisme internal dengan melihat hasil survei. Ia menilai beberapa calon yang layak untuk menjadi wakil walikota yakni Lutfi Sanaky (Gerindra), Ayu Hasanussi (Hanura), Ham­dani Laturua (Nasdem), Ridwan Marasabessy (Gol­kar) serta Jusuf Wally (PKS).

Namun semuanya tergan­tung pilihan Richard karena sekarang diketahui Richard sementara masih melakukan lobi politik dalam rangka mendapat rekomendasi politik dan membangun koalisi serta dalam menentukan wakilnya.

Sebelumnya diberitakan,  Setelah dikabarkan berpisah dengan Sam Latuconsina di Pilkada Kota Ambon 2017, kini balon walikota Richard Lou­henapessy nanpaknya kesu­litan mencari pengganti.

Hingga saat ini Richard belum memiliki pasangan wakil walikota yang akan men­dampinginya untuk bertarung dalam pilkada.

Kabarnya hasil survei awal yang dilakukan Richard, me­nunjukkan empat nama yang pantas digandeng sebagai wakil walikota. Keempat nama tersebut sesuai rating hasil survei yaitu Sam Latucon­sina, Syarif Hadler, Syaid Mudzakir Assagaff dan Lutfi Sanaky.

Sam yang oleh survei ter­sebut menduduki peringkat teratas, tak mungkin lagi di­gandeng Richard, karena ham­pir pasti akan berpasa­ngan dengan Poly Kastanya.  Sementara Syarif dan Mud­zakir juga tak berkeinginan untuk maju sebagai balon Wakil Walikota Ambon.

Fakta ini membuat harapan Richard kini terletak di Lutfi Sanaky. Walau begitu, belum tentu dengan menggandeng Lutfi, membuat Richard de­ngan mudah menggenggam rekomendasi Partai Gerindra. Kendati Gerindra merupakan partai asal Lutfi, namun partai tersebut juga melakukan penjaringan calkada secara terbuka.

Sisi lain, Lutfi yang dikon­fir­masi Siwalima mengaku diri­nya lebih berkeinginan un­tuk bertarung sendiri menjadi wali­kota dan bukan menjadi wakil.

“Jadi selama ini memang tidak ada komunikasi politik terkait dengan menjadikan wakil untuk mendampingi Richard,” ujarnya.

Dikatakan dirinya hanya menunggu saja karena ada mekanisme partai yang harus dia lewati.(S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon