Politik ›› Akademisi: PANTAS Community Jadi Contoh Berdemokrasi

Akademisi: PANTAS Community Jadi Contoh Berdemokrasi


Ambon - Adanya deklarasi sejumlah anak muda yang tergabung da­lam PANTAS Community un­tuk mendukung majunya pasa­ngan balon Walikota dan Wakil Wali­kota Ambon, Paulus ‘Poly’ Kas­tanya-Sam Latuconsina pada pilkada, dinilai akademisi seba­gai proses demokrasi yang baik.

Akademisi FISIP Universitas Darussalam, Zulqifar Lestaluhu kepada Siwalima melalui tele­pon selulernya Rabu (1/6) men­jelaskan dengan adanya dekla­rasi ini menunjukan berproses­nya demokrasi di Kota Ambon sementara merangkak ke arah yang lebih baik.

“Ini adalah bagian dari sebuah proses demokrasi yang baik, karena menunjukan bahwa para pemilih semakin dewasa dalam menunjukkan sikapnya dengan memilih satu pasangan calon tertentu yang mereka rasa punya kapasitas membawa Ambon menjadi lebih baik,” jelasnya.

Menurut Lestaluhu, ini adalah sebuah tindakan yang wajar saja dalam sebuah ranah politik terutama menuju pilkada dan tidak menyalahi aturan sebab masih sesuai dengan etika politik.

“Pernyataan dukungan ini masih dalam taraf wajar asalkan kedepan­nya tidak merugikan pasangan calon lain dengan tindakan kampa­nye hitam atau melakukan konvoi-konvoi yang menggangu kelancaran transportasi publik. Komunitas ini juga bisa membuat berbagai macam kegiatan misalnya dengan mela­kukan bakti sosial, atau amal atau diskusi-diskusi publik kepada mas­yarakat kota Ambon kedepan. Dengan kegiatan ini maka mereka akan membantu mensosialisasikan pasangan Poly-Sam kepada mas­yarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya komunitas ini tentu keterkenalan masyarakat kepada Poly-Sam akan jauh lebih baik namun tim sukses perlu bekerja keras untuk mendu­lang dukungan suara, sebab masyarakat apalagi di Ambon dinilai telah memiliki dukungan kepada calon tertentu dan perubahan peta dukungan tidak bisa dilakukan dengan sosialisasi semata.

“Harus ada kerja-kerja pemena­ngan yang efektif oleh Poly-Sam dan tim pemenangannya untuk men­dapatkan dukungan suara bila nantinya mereka telah ditetapkan menjadi calon,” tandas Lestaluhu.

Sebelumnya diberitakan, pasa­ngan balon Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Paulus ‘Poly’ Kastanya-Sam Latuconsina meng­apresiasi dukungan yang diberikan generasi muda yang tergabung dalam PANTAS Community.

Kepada Siwalima, Selasa (31/5), Poly mengatakan, langkah yang dilakukan PANTAS Community menunjukkan generasi muda di Kota Ambon telah memainkan peran yang sangat positif dalam berdemokrasi.

“Di era saat ini, generasi muda harus memainkan perannya. Dengan dideklarasikannya PANTAS Community menunjukkan generasi muda sangat cocok dengan visi/misi dan program kerja yang diusung oleh saya bersama Pak Sam,” katanya.

Poly optimis kedepan PANTAS Community akan memainkan peran­nya sebagai bagian dari pendidikan politik dengan mengenalkan visi/misi dan program kerja yang di­usung pasangan Poly-Sam ke masyarakat.

“Ini tentunya akan membuat Poly-Sam semakin dikenal masyarakat khususnya pemilih,” ungkapnya.

Senada dengan Poly, Sam kepada Siwalima di Ambon, Selasa (31/5), menilai langkah generasi muda di Kota Ambon yang berinisiatif membentuk PANTAS Community merupakan langkah yang baik dalam berdemokrasi.

“Pembentukan wadah tersebut juga memberikan pelajaran demo­krasi kepada masyarakat di Ambon dan mereka dapat dicerdaskan de­ngan bagaimana memilih sosok pemimpin masa depan,” ujarnya

Ia mengatakan kehadiran PANTAS Community tentu membuat per­juangan untuk merebut kursi ke­pemimpinan di Ambon akan ber­langsung dengan cara-cara yang lebih elegan, sebab dalam sebuah demo­krasi rakyat harus bisa dewasa dalam menentukan pilihannya dan tahu betul sosok yang dipilih nanti

“Generasi muda yang tergabung dalam PANTAS Community telah memberikan contoh bagaimana rakyat harus bisa dewasa dalam menentukan pilihannya dan tahu betul sosok yang dipilih nanti. Mereka bahkan menilai Pak Poly dan saya yang pantas memimpin Kota Ambon ini kedepan,” katanya. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon