Kesra ›› Ahuru Masih Terendam Lumpur

Ahuru Masih Terendam Lumpur

Ambon - Warga di RT 002/RW 16 Dusun Ahu­ru, Desa Batu Merah masih terendam lumpur yang menutupi seluruh pemuki­man warga.

Tidak hanya itu, warga yang rumahnya rusak parah juga belum mendapatkan bantuan berupa tenda darurat ataupun penempatan lokasi sementara untuk mereka tempati.

Akhirnya masyarakat hingga kini harus mencari perlindungan di rumah-rumah tetangga yang masih utuh.

Nasib yang dialami warga Dusun Ahuru, ternyata tak di­perhatikan Pemerintah Kota Ambon, Warga pun secara swa­daya harus membersihkan ru­mah­nya sendiri dengan alat seadanya.

Tim dari Pemkot hanya datang  mendata lokasi bencana, namun setelah tidak pernah kembali  untuk membantu warga.

“Kami hanya baru terima ban­tuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon berupa mie instan dan seperangkat alat-alat dapur seperti kompor minyak dan alat masak lainnya. Bantuan itu juga melalui usaha dari salah satu anggota DPRD Kota Ambon Husein Toisuta,” ujar  Faizal, salah satu warga Dusun Ahuru.

Selain itu, kata dia, Toisuta juga turut berkoordinasi dengan Danrem 151/ Binaya untuk menyediakan tenda bagi warga dan saat ini tenda tersebut dipergunakan sebagai dapur umum.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Kota Ambon, Husein Toisuta mengatakan, kondisi pemukiman warga Ahuru tersebut sangat memprihatinkan karena endapan lumpur yang menutupi sebagain besar rumah warga sampai kini belum teratasi.

“Masyarakat kesulitan untuk membersihkan, mengangkut serta membuang endapan lumpur tersebut,” katanya.

Toisuta mendesak Pemkot Ambon dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon untuk secepatnya menyikapi persoalan-persoalan yang dirasakan oleh warga Dusun Ahuru.

“Warga telah berupaya semaksimal mungkin untuk membersihkan lumpur yang ada tetapi karena keterbatasan fasilitas membuat mereka tidak berdaya,” katanya.

Untuk diketahui, akibat bencana yang melanda Kota Ambon  pada 1 Agustus kemarin khususnya di Dusun Ahuru RT 002/16, Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau terdapat 60 rumah yang diterjang banjir, 15 diantaranya rusak berat. Sementara 99 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri atas 397 jiwa yang merasakan langsung dampak bencana tersebut. (S-34)



Berita Terkait