Kesra ›› Agustus, Kota Ambon Alami Deflasi

Agustus, Kota Ambon Alami Deflasi


Ambon - Pada periode Agustus 2017, Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 2,8 % dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 128,03.

Kepala Badan Pusat Statisti (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk, menjelaskan, deflasi Kota Ambon terjadi pada dua kelompok pengeluaran dengan deflasi tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 7,16 % dan terendah pada kelompok  transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,76 %.

“Pada Agustus  di Kota Ambon terjadi deflasi 2,08 %, atau terjadi penurunan IHK dari 130,75 pada Juli 2017 jadi 128,08 pada Agustus sebesar 1,73 % dan inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,19 %,” jelas Hutauruk dalam keterangan persnya kepada wartawan di aula kantor tersebut, Senin (4/9)

Dijelaskan, pada bulan Agustus, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil terhadap inflasi di Kota Ambon sebesar 0,5176 % sedangkan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga yang memberikan andil bagi inflasi sebesar -2,5972 %.

Inflasi terjadi pada lima kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,46 %, dan teren­dah pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 %,.

“Komoditas yang dominan menyum­bang inflasi di Kota Ambon adalah kang­kung, bayam, sawi hijau, daun singkong dan pecel, sedangkan komoditas yang dominan menyumbang deflasi adalah ikan layang, angkutan udara, ikan cakalang, cabai rawit dan cakalang asap,” urainya.

Selain Kota Ambon salah satu kota IHK di Maluku yang juga mengalami deflasi adalah Kota Tual, deflasi Kota Tual pada periode ini sebesar 2,05 % dengan IHK 151,21. Deflasi di Kota Tual terjadi karena adanya penurunan IHK pada tiga kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan 4,86%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09%, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,32%.

“Sedangkan Inflasi terjadi pada tiga kelompok sandang sebesar 0,15%, dan kelompok kesehatan 0,69%, sedangkan satu kelompok tidak mengalami perubahan yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olagraga,” cetusnya. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon