Politik ›› Adu Kuat Tiga Pasang Calon Prediksi Pilkada Maluku

Adu Kuat Tiga Pasang Calon


Ambon - Diperkirakan akan ada tiga bakal calon yang nantinya mera­mai­kan Pilkada Malu­ku tahun 2018.

Pilkada masih satu tahun lagi, namun pemanasan ke arah itu sudah mulai dilakukan. Partai politik yang digunakan sebagai sarana menuju perhelatan lima tahunan itu, bahkan su­dah meng­elus jagonya masing-masing.

Beberapa diantaranya bahkan  terang-terangan menyo­dorkan jagonya ke publik. Partai Golkar misalnya, yang besar kemung­kinan memajukan nama gubernur petahana, Said Assa­gaff. Dalam posisinya sebagai Ketua Golkar Maluku, Assagaff diuntungkan, karena sudah memiliki modal awal enam kursi di DPRD Maluku.

Assagaff sendiri sudah secara gambalang menyebut­kan kalau dia akan kembali maju. Sesuai aturan, dengan enam kursi yang sudah di­genggam, Assagaff hanya bu­tuh tiga kursi lagi sebagai syarat untuk bisa ikut dalam kontestasi nanti.

Sebagai petahana, tentulah Assa­gaff yang paling banyak dilirik oleh mereka yang ber­keinginan maju sebagai calon wakil gubernur. Itu karena diatas kertas, patahana memi­liki peluang lebih besar untuk menang, ketimbang new comers.

Tak pelak, sejumlah calon­pun mulai datang mendekat. Nama beken seperti Ketua DPRD Maluku Edwin A Hu­wae, Bupati Maluku Teng­gara Andreas Rentanubun, adalah dua dari sedikit nama yang me­rapat ke Assagaff. Renta­nubun bah­kan sudah lebih dari dua bulan, gencar me­nebar alat peraga sosia­lisasi keduanya, ke seluruh wilayah Maluku.

Dibanding Andre, panggil­an akrab Rentanubun, Edwin yang juga Ketua PDIP Ma­luku, masih malu-malu. Na­mun dalam suatu kesem­pat­an, Huwae mengaku siap, apabila partai besutan Mega­wati Soekarno Putri itu, me­merintahnya untuk mendam­pingi Assagaff.

“Se­bagai kader, kita akan tunduk kepada mekanisme dan aturan internal partai. Siapapun kader PDIP yang dipercayakan oleh DPP, harus siap. Termasuk saya. Kalau saya ditugaskan, ya saya siap,” ujar Huwae ke­pada Siwalima di Baileo Rak­yat Karang Panjang, Ambon, Rabu (15/3) lalu.

Disurvei

Dikonfirmasi terpisah, Assa­gaff mengaku telah melakukan survei kepada 16 nama tokoh, yang berpotensi untuk berpa­sangan de­ngan­nya. Namun begitu, dia belum membuka siapa 16 nama tersebut.

Namun sumber yang dekat dengan orang nomor satu di Maluku itu menyebutkan ter­dapat nama Wakil Guber­nur Zeth Sahu­burua, Edwin A Huwae dan Andre Rentanu­bun dalam survei itu. Selain itu ada pula nama Ketua Partai Ge­rindra Maluku, Hendrik Le­werissa, Anggota DPR Mercy Ch Barends dan Michael Wa­ttimena, serta Walikota Ambon terpilih, Richard Louhe­napessy.

Assagaff sendiri masih me­nutup rapat hasil survei ter­hadap 16 calon wakil gu­ber­nur potensial itu. “Untuk saya sajalah. Yang pas­ti, belum bisa dipub­likasikan,” ujarnya ke­pada wartawan di Kantor Gubernur, Selasa (4/4).

Kala itu Huwae bahkan me­ngaku, di tangan Assagaff, su­dah banyak kebijakan yang me­nguntungkan Maluku, “Ten­tu saja, PDIP akan men­dukung kebijakan-kebi­jak­an itu sepanjang ber­man­faat un­tuk kepentingan ma­sya­rakat dan pembangu­nan daerah le­bih baik,” tambah dia.

Dalam konteks Pilkada 2018, jelasnya, bukan tidak mungkin PDIP dan Golkar berkoalisi. “PDIP bisa berko­alisi de­ngan Golkar. Dan pe­luang untuk berkoalisi deng­an Gol­kar sangat besar. Koa­lisi PDIP-Golkar sudah (per­nah) terjadi (misalnya) di Pilkada Kabupaten Buru,” ujarnya.

Meradang

Namun Kader PDIP tak enak hati, kala mengetahui nama Huwae masuk dalam daftar incaran Assagaff. Lihat saja reaksi akar rumput partai berlambang banteng gemuk itu, saat ditawari posisi wakil gubernur.

Ketua PDIP Keca­mat­an Ba­guala, John Siwalette meng­aku se­cara internal partai be­lum dila­kukan pembahasan menjelang Pilkada Maluku 2018. Namun sebagai partai besar di Maluku, sudah men­jadi harga mati untuk PDIP mengusung kader sebagai calon gubernur.

“PDIP kan partai besar, se­hi­ngga harga mati bagi PDIP me­ngusung kader seba­gai calon gubernur. Memang ada beragam versi pasangan yang beredar di publik namun itu hanya sebatas wacana,” tan­das Siwalette kepada Si­wa­lima di Ambon, Sabtu (8/4).

Akar rumput PDIP lain yang juga Ketua PDIP Nusa­niwe, Rido Pattiasina, menga­takan, banyak kader PDIP yang pu­nya loyalitas, kualitas, ka­pa­bilitas dan elektabilitas yang tinggi, dimana mereka memiliki peluang dan kesem­patan yang sama. “Secara struk­tural partai, (tentu) PDIP inginkan kader maju mela­wan petaha­na. Dan pasti akan men­jadi sangat menarik apa­bila PDIP bertarung melawan petaha­na,” ungkapnya.

Lalu bagimana sikap Assa­gaff?

Sang petahana mengaku tak gentar sedikitpun jika PDIP meng­usung kader untuk ber­hadapan dengannya. “Si­lah­­kan saja. Saya dulu pernah berhadapan dengan mereka. Jika tidak mau, silah­kan tam­pil,” tegasnya, Senin (10/4).

Bocoran

Walau hasil survei belum resmi diumumkan, namun satu orang dekat Assagaff me­­nyebutkan, hampir pasti PDIP akan ditinggal. Penye­bab­nya, tak lain dan tak bukan adalah tarik menarik di dalam kandang banteng. Kabarnya Assagaff tersing­gung berat dan kini telah ber­paling ke lain hati.

“Dari hasil survei, ada em­pat nama yang paling poten­sial mendampingi pak Assa­gaff. Keempatnya adalah Ed­win Huwae dan  Mercy Ba­rends dari PDIP, serta Hendrik Lewerissa dan Michael Watti­mena,” ujarnya, sembari me­min­ta namanya tidak ditulis.

Pasca polemik di PDIP, “Ki­ni nama pak Edwin dan ibu Mercy sudah meredup,” im­buh sumber tadi.

Kalau benar demikian, ting­gal dua nama politisi yang bakal digaet Assagaff, yaitu Hen­drik Lewerissa dan Mi­cha­el Wattimena.

“Betul tinggal dua nama. Pak Etty (Sahuburua) sudah tidak lagi maju. Bola ada di tangan pak Assagaff. Kita li­hat saja nanti,” ujar dia meng­akhiri pembicaraan melalui telepon selulernya, kemarin (19/4).

Tagop

Bupati Bursel Tagop Su­darsono Soulissa mengisya­rat­kan akan ikut dalam Pil­kada men­datang. Tagop bahkan telah menyatakan ke­sia­pannya bersaing se­cara sehat dengan peta­hana.

“Saya menjawab semua ke­inginan dari pada mas­ya­rakat, terutama beta punya pendu­kung, simpa­ti­san ber­kaitan dengan suksesi Maluku,” ka­ta Ta­gop kepada Siwalima melalui telepon.

Dia meyakini, berbekal pe­ngalaman biro­krasi seba­gai pemimpin dua periode di Bur­sel, dan 10 tahun sebagai seo­rang akademisi serta 7 ta­hun se­bagai peneliti, bisa mem­ba­wa harapan yang besar untuk membangun Ma­­luku, meng­ang­kat Malu­ku dari wajah ke­miskinan yang masih berada pada no­mor 4 di Indonesia.

Dikatakan, sebagai kader PDIP, ia tetap mengikuti pro­ses dan mekanisme serta atur­an partai. “Sebagai ka­der par­tai saya tetap berharap duku­ngan dari PDIP,” ujar­nya.

Untuk maju dalam penca­lonan tersebut, Tagop sudah siapkan sejumlah nama yang merupakan ke­ter­wakilan dari Maluku. Kendati begitu, ia sendiri belum ingin me­nyebutkan secara pasti sia­pa yang bakal maju bersamanya.

“Tetapi yang pasti, saya le­bih senang pada orang yang mampu menjalin hubungan emosional sebagai orang ba­sudara, pela gandong dan itu harus menjadi keterwakilan kita semua,” ujarnya, sambil menambahkan, sangat me­nyu­kai sosok Her­man Koe­doe­­boen maupun Mercy Ba­rends.

“Saya sudah lihat kader PDIP seperti, Pak Herman dan  Ibu Mercy. Pak Herman memi­liki visi yang bagus, saya se­nang untuk menyatukan per­sepsi,” tuturnya.

Tagop mengaku telah men­ja­lin komunikasi de­ngan be­berapa partai. “Sebagai kader partai tentu me­nu­nggu dari PDIP, namun saya sudah ber­komunikasi dengan Nasdem, PKS, Hanura dan PAN,” je­lasnya.

Heman-Vanath

Calon ketiga yang akan meramaikan Pilkada nanti, adalah Herman Koedoeboen. Mantan Wakajati Maluku itu dikabarkan sudah bersepakat dengan Abdullah Vanath. Pada Pilkada 2013 lalu, Her­man dan Vanath maju sebagai calon gubernur.

“Pak Herman dan pak Vanath sudah bersepakat. Formatnya, Herman calon gubernur dan Vanath calon wakil,” tulis salah satu orang dekat Vanath, dalam pesan singkat yang dikirim ke Siwa­lima.

Dia mengaku, saat ini Her­man-Vanath sedang intens membangun komunikasi de­ngan beberapa partai, seperti PKB, PDIP, Nasdem dan PKPI. “Doakan saja, semuanya lan­car ya,” harap dia.

Apresiasi Akademisi

Akademisi Fisip Universitas Pattimura, Said Lestaluhu memberikan apresiasi kepada kekuatan partai politik, yang menjagokan calonnya dalam Pilkada mendatang.

Kepada Siwalima melalui telepon selularnya, Rabu (20/4) Lestaluhu mengungkap­kan, Partai Golkar akan me­miliki kekuataan besar karena kembali menjagokan petaha­na.

Ia bahkan berharap, PDIP sebagai partai pemenang Pemilu di Maluku bisa meng­ajukan sendiri. “Karena PDIP memiliki basis massa yang sa­ngat jelas, begitu juga dengan PKS dan Hanura,” ujarnya.

Lestaluhu mengakui, pada masing-masing partai politik tersebut memiliki aturan internal sendiri, tetapi dengan banyaknya calon yang maju, maka faktor figur itu menjadi suatu kekuataan ukuran pilihan rakyat.

Ia menjelaskan, faktor-fak­tor figur itu harus meya­kin­kan partai-partai politik ter­sebut dalam proses penca­lo­nan yang akan melalui ber­bagai pendekatan dari sisi survei, basis-basis pemilih diwilayah tertentu.

“Kalau kita lihat balon-balon yang ada ini punya basis massa, misalnya petahana, Pak Herman dan Pak Tagop. Hanya Pak Tagop juga harus memilih pasangannya yang harus punya basis massa, karena beliau hanya di Ka­bupaten Bursel, sehingga pemilihan pasangannya juga harus memiliki basis massa daerah lain sehingga semakin menguat,” jelasnya.

Pertarungan Gubernur di Maluku sudah menjadi domain calon yang diusung oleh PDIP dan Golkar, tetapi kalau ada koalisi PKS-Hanura, maka perlu diapresiasi karena masyarakat diberikan ruang untuk memberikan pilihan terhadap calon-calon terse­but. (S-43/S-46/S-19)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon