Politik ›› Abua Janjikan Malteng Lebih Baik Uji Kelayakan di Gerindra

Abua Janjikan Malteng Lebih Baik


Ambon - Bupati Malteng, Abua Tuasikal berjanji akan membawa kabupaten berjuluk Bumi Pamahanunusa lebih baik jika kembali dipercayakan memimpin.

Saat uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Partai Gerindra di Gedung Wanita, Ambon, Sabtu (23/4), Abua menjelaskan selama masa kepemimpinannya Indeks Pemba­ngunan Manusia (IPM) menunjukan peningkatan semakin baik juga pertumbuhan ekonomi yang cenderung meningkat.

“Pemkab Malteng berhasil menu­runkan angka kemiskinan walaupun angka pengganguran masih fluk­tuatif perkembangannya dari tahun ke tahun. IPM Malteng dapat mencapai angka 68,69, tertinggi kedua setelah kota Ambon jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain yang ada di Maluku. Kemudian telah banyak sarana dan prasarana yang dibangun seperti pelabuhan laut, jalan, jembatan serta perbaikan rumah tidak layak huni. Ini yang menyebabkan kemajuan ter­sebut begitu nyata dan bagi masyarakat dapat terasa manfaat­nya,” jelasnya. 

Ia memparkan, dalam masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Marlatu Leleury yang kini kembali mendampinginya, ternyata sejumlah penghargaan berskala nasional dan daerah telah berhasil.

Misalnya saja, gelar Innovation Government Awards tahun 2013, laporan akuntabilitas instansi pemerintah lakip 2015, serta penghargaan untuk penyedia data kemisinan terbaik Indonesia Timur 2016 serta penghargaan dari pem­prov untuk tata kelola pemerintahan dan keuangan yang baik.

Ia juga menyebutkan keber­hasilan Pemkab Malteng untuk keluar dari status penilaian disclaimer dari BPK di tahun 2012, bahkan hingga tahun lalu, Malteng telah berhasil mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualiaan (WDP) atas laporan keuangan.

Namun Abua mengaku, memang masih banyak yang harus dibenahi karena berdasarkan realita hingga sekarang masih terjadi konflik antar daerah di Malteng.

Untuk menghadapi hal tersebut kedepan, Abua berjanji pemkab yang dipimpinnya akan membuat perda untuk minuman keras (miras) karena memang sampai sekarang miras lah yang menjadi pemicu utama pertikaian desa dan negeri di Malteng.

“Soal pemekaran wilayah, selama ini saya sering di-peta konflik-kan sebagai seseorang yang melarang pemkaran. Padahal saya hanya ber­dasar pada peraturan yang berlaku dan motivasinya itu agar pemba­ngunan menyentuh mas­yarakat bukan kepentingan mem­bentuk pemimpin baru,” tandasnya.

Usung Isu Pemekaran

Di tempat yang sama, balon bupati Malteng, Jamaludin Ely mengusung isu pemekaran untuk menjawab kesejehteraan rakyat di kabupaten yang menurutnya masih jauh dari sejahtera.

Jamaludin yang sekarang menjabat kepala BNNP Maluku Utara, menegaskan jika terpilih menjadi bupati, ia ingin mewujudkan masyarakat Malteng yang maju, sejahtera dan bermartabat.

“Pembangunan hingga sekarang berjalan belum merata karena masih banyak masyarakat yang tergolong miskin  disana. Untuk menjawab ini, ketika saya terpilih menjadi bupati akan mendorong pemekaran wialyah dan dua wilayah yang menjadi prioritas yakni Jazirah Leihitu dan Seram utara. Pertimbangannya adalah masyarakat membutuhkan dana yang tidak kecil untuk melakukan peng­urusan administrasi ke ibu ota Kabupaten. Oleh karena itu, pemekaran adalah solusi,” tandasnya

Dikatakan, di Malteng masih banyak masalah-masalah keamanan yang belum selesai seperti konflik di Mamala–Morela. Namun ia meyakini dengan latar belakangnya dari kepolisian dan pengalamannya me­mimpin sebagai Kapolsek dan Kapolres akan sangat membantu dirinya mengidentifikasi masalah serta mencari penyelesaian yang tepat untuk konflik berkepanjangan ini.

Dengan jabatannya salama lima tahun terakhir, Djamaludin juga ingin memberantas narkoba di Malteng. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon