Politik ›› Abaikan PPP Bisa Jadi Bumerang

Abaikan PPP Bisa Jadi Bumerang


Ambon - Tidak mendaftarnya Syarif Hadler sebagai balon wakil walikota di partainya sendiri, diprediksi bisa menjadi bumerang.

Syarif yang adalah Ketua DPW PPP Maluku memang belakangan ini dikabarkan telah resmi berpa­sangan dengan petahana Wali­kota Ambon, Richard Louhe­napessy atau yang akrab disapa RL untuk maju dalam pilkada tahun 2017 mendatang.

Namun langkah Sya­rif ini mendapat tanta­ngan dari partainya sen­diri. Pasalnya ia menya­ta­kan diri siap maju sebagai balon wakil walikota sehari setelah DPC PPP Kota Ambon meng­gelar rapat pim­pinan cabang (Rapimcab) yang memutuskan pasangan Paulus Kastanya-Sam Latu­con­sina ke DPP agar dapat diproses rekomendasi­nya. Pa­sangan ini bahkan telah me­ngikuti uji kelayakan dan ke­pa­tutan di DPP PPP Jakarta, Kamis (21/7).

DPP PPP bahkan telah mene­gaskan sikapnya untuk tidak akan memproses reko­mendasi dukungan kepada mereka yang tidak mengikuti tahapan penja­ringan balon walikota-wakil walikota di PPP.

Akademisi Fisip Unidar Zul­fia­kar Lestaluhu kepada Siwa­lima di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (27/7) menilai majunya Syarif untuk mendampingi RL tentu menim­bulkan perpeca­han di PPP.

“Saya menilai ada perpe­cahan di PPP atas langkah pak Syarif yang ingin maju seba­gai balon wakil walikota men­dampingi RL. Kalangan muda terlihat lebih condong men­dorong pak Sam untuk men­dapatkan rekomendasi. Se­men­­tara kalangan tua saya me­nilai juga terpecah. Se­bagian pak Syarif dan se­bagian Pak Sam,” ujarnya

Akar pemasalahan ini me­nu­rutnya berawal dari tinda­kan RL dan tim suksesnya yang tidak segera menentukan pendamping wakil walikota. Akibatnya balon wakil walikota yang ingin dipinang termasuk Syarif juga bimbang apakah harus berproses di partai politik atau tidak.

Kedepannya, soal reko­mendasi dukungan dari PPP tinggal bagaiman adu kejelian dari tim sukses masing-ma­sing pasangan untuk meloby dan melihat celah-celah apa yang bisa dikembangkan dalam merebut hati partai.

Rekomendasi PPP menu­rutnya juga sangat diperhi­tungkan oleh mereka yang akan maju dalam perhelatan pikada kota Ambon sebab memiliki dukungan tiga kursi di legis­latif. “Langkah pak Syarif ini tentu menjadi bumerang bagi dirinya sendiri apalagi beliau adalah orang partai bahkan ketua DPW PPP Maluku yang seha­rusnya berproses di par­tai­nya. Apabila kedepan Syarif tidak mendapatkan rekomen­dasi dari PPP, tentu konsituen akan memperta­nyakan me­ngapa demikian,” tandasnya

Lestaluhu menambahkan kemungkinan Syarif-RL men­dapatkan rekomendasi PPP belum bisa diprediksi, karena semua masih tergantung ma­nu­ver politik yang dilakukan pasangan dengan julukan Paparisa ini.

Sebagai kader dan pimpinan partai di Maluku harusnya Sya­rif mendaftar di PPP, tetapi itu tidak lakukan. Ia malah me­milih mendaftar di PKB. (S-42)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon