Gaya Hidup ›› 70 Persen Masyarakat Maluku Konsumsi Obat Tradisional

70 Persen Masyarakat Maluku Konsumsi Obat Tradisional


Ambon - Sebanyak 70% masyarakat Maluku terutama di pedesaan mengkomsumsi obat-obatan tradisio­nal untuk mengabati penyakit mereka ketim­bang obat-obatan ber­bahan kimia. Dari jumlah tersebut di Kota Ambon memang ti­dak terlalu terasa penggu­naan obat-obatan tra­disional, namun di ka­bupaten/kota lainnya cukup tinggi.

Kepala Dinas Kese­hatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh menga­ta­kan, pemerintah me­la­lui Dinas Kesehatan masih terus melakukan penelitian khusus ten­tang penggu­naan dari obat-obatan tradisio­nal, sebab peng­gu­naan obat tradisional jauh lebih baik, ke­timbang menggunakan obat ber­bahan kimia.

“Obat tradisional itu jauh lebih baik. Apalagi kalau sudah digunakan tiga generasi dan itu sudah terbukti benar-benar bermanfaat,” tandas Pontoh kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (30/10).

Ia mencontohkan, ke­hidupan tete nenek mo­yang yang hidup di zaman dulu bisa hidup hingga pada usia diatas 100 tahun. Ini tercapai juga salah satunya berkat kha­siat dari mereka meng­komsumsi obat-obatan tradisional.

Anehnya, ketika ter­jadi perubahan zaman hingga saat ini sudah ada banyak dokter dan obat-obat yang lebih canggih justru mem­buat usia manusia lebih pendek dari mereka yang hidup di zaman dulu. Oleh sebab itu, penggunaan obat-obat tradisional oleh masyarakat Maluku sa­ngat didukung. “Yang kita mau seperti itu, masya­rakat Maluku harus bisa kembali ke alam, menge­lola alamnya sendiri untuk dijadikan obat-obatan tradisional,” harapnya. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon