Kesra ›› 15 Juli, Kepengurusan IPI Maluku Dilantik

15 Juli, Kepengurusan IPI Maluku Dilantik


Ambon - Kekuataan fungsi kontrol pressure atas penye­leng­ga­raan pemerintahan di Maluku bakal bertambah dengan hadir­nya Ikatan Pemuda Indonesia (IPI). Organisasi Kepemudaan non politik ini resmi telah ber­diri di Maluku dan kepengu­rusannya akan dilantik pada 15 Juli mendatang.

Maluku merupakan provin­si terakhir dari 33 provinsi yang telah didirikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPI. Di mana organisasi ini berdiri sejak 2005 lalu dan bergerak di bidang kemanusian dan sosial kontrol dan secara hu­kum telah mendapat penga­kuan dari Kementerian Hu­kum dan Ham RI.

“Organisasi ini berskala nasional dan sah secara hu­kum. Untuk Maluku, kami akan melantik kepengurusannya pada 15 Juli mendatang,” ung­kap Ketua DPD IPI Maluku, Yusak Weriratan kepada warta­wan di Ambon, Jumat (22/6).

IPI pusat, menurutnya, lebih banyak didominasi purnawira­wan militer dan kelompok advokat. Di mana kepemimpi­nan IPI pusat dipimpin oleh Rizanto Situmorang. Organi­sasi dengan motto ‘Datang bagai­kan petir, pergi bagaikan asap’ itu memiliki empat orientasi perjuangan, yakni memberda­yakan masyarakat tertindas dan teraniaya, melakukan cross check terhadap semua permasa­lahan, melakukan koordinasi terhadap masyarakat tertindas dan teraniaya dan berjuang bersama untuk mendapatkan keadilan, kebebasan bagi per­lin­dungan hukum dan HAM.

Walaupun IPI hadir sebagai oraganisasi baru, kata dia, namun secara perlahan terus berkembang. Buktinya, eksis­tensi organisasi itu dengan terbentuknya kepengurusan IPI di Maluku. Secara yuridis, pengakuan DPD IPI Maluku pun telah ada dengan terdaf­tarnya IPI pada Kesbangpol Provinsi Maluku.

“Kami sudah mendaftarkan diri ke Kesbangpol dan secara resmi, maka diterima berga­bung dalam organisasi sosial kemasyarakatan di Maluku,” ujarnya.

Ditambahkan, pasca pelan­tikan nanti direncanakan akan dilakukan rangkaian kegiatan, yakni memberisihkan Kota Ambon, forum pertemuan untuk mempersatukan berba­gai komunitas agama, suku, yang berdiam di Maluku, ser­ta melakukan kajian terhadap kinerja pemerintah, aparat pe­negak hukum, dan TNI/Polri.

“Saya optimis organisasi ini akan mampu menunjukkan ek­sistensinya ditengah ribuan or­ganisasi sosial yang tumbuh. Intinya seluruh sepak terjang ka­mi di tanah air, yakni mene­ga­kan NKRI, sebab itu kami yakin diterima semua kalangan dan tetap eksis,” cetusnya. (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon