Daerah ›› 124.448 Keluarga Miskin di Maluku Terima Rastra

124.448 Keluarga Miskin di Maluku Terima Rastra


Ambon - Sebanyak 124.448 keluarga miskin di Maluku akan menerima beras sejahtera (Rastra) yang akan didistribusikan oleh Perum Bulog.

Kepala Dinas Sosial Maluku Sartono Pinning menjelaskan, jumlah penerima rastra di Maluku ini berdasarkan keputusan dari Kementerian Sosial Nomor: 4 tahun 2018.

“Di tahun ini berdasarkan keputusan dari Kemensos itu ada 124.448 keluarga miskin yang akan terima rastra di Maluku,” ungkap Pinning kepada wartawan usai mengikuti  rapat sosialisasi Rastra Tahun 2018 yang berlangsung di ruang rapat lantai II, Kantor Gubernur Maluku, Selasa (24/4).

Dijelaskan, untuk pendistribusian masing-masing kabupaten/kota telah memiliki data lengkap by name by adress berdasarkan data Kemensos, sehingga diyakni masing-masing kabupaten/kota sudah mengetahui kuotanya di tahun ini berapa banyak.

Untuk penyaluan rastra akan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Artinya tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana masyarakat harus dibebankan untuk membayar.

“Jadi tahun-tahun sebelumnya, setiap keluarga penerima rastra dengan kebijakan membayar yakni Rp 17.600/kg dengan jumlah 15 kg/KK, tetapi dengan kebijakan baru ini, maka kebijakan untuk bayar uang tebus itu sudah tidak ada lagi, jadi masyarakat terima gratis dan mereka terima hanya 10 kg/kk,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kebijakan pemerintah ini tidak lain, artinya dia memahami betul masyarakat dimana masyarakat tidak lagi mengeluarkan biaya pembiayaan tetapi langsung ditangani oleh pemerintah.

Menyangkut dengan pendistribusian, pihaknya akan melakukan pengawasan agar pendistribusian rastra dapat berjalan dengan lancar dan cepat. Berdasarkan peraturan Kemensos bahwa untuk melakukan pendistribusian paling lambat setiap bulan sampai tanggal 25, namun dengan melihat kondisi Maluku, maka diberikan waktu selama tiga bulan untuk melakukan pendistribusiannya.

“Kita sekarang pada tahapan pendistribusian. Oleh karena itu yang paling penting adalah kebijakan dan kita dorong bagimana proses pendistribusian itu dari Bulog sampai ke titik distribusi dan dari distribusi sampai ke masyarakat itu bisa secepat mungkin, serta kami akan terus lakukan pengawasan,” jelasnya.

Khusus untuk pula Buru, menurut Pinning, MTB dan Malra itu direncananya nanti 6 bulan, karena ada faktor tertentu seperti perhubungan dan kondisi kesiapan gudang dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Divre Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara Arif Mandu menambahkan, untuk stok rastra yang disediakan saat ini sebanyak 100 ribu ton bahkan masih akan ditambahkan lagi dari gudang Bulog di Makassar.

“Jadi kalau soal stok tidak ada masalah, kami saat ini terus melakukan distribusi. Kalau kurang kami akan tambah,” janjinya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon